Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.1
Konten Media Partner
Massa Orasi di Istana Kepresidenan Yogya, Ada Aksi Teatrikal Pecahkan Neon
20 Februari 2025 15:07 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Massa Aksi ‘Jogja Memanggil’ berorasi di depan Istana Kepresidenan Yogyakarta, siang ini, Kamis (20/2). Orasi tersebut berlangsung sejak pukul 13.40 WIB hingga berita ini ditulis masih berlangsung.
ADVERTISEMENT
Pantauan Pandangan Jogja di lokasi secara bergantian, perwakilan massa berorasi di depan Gedung Istana Kepresidenan Yogyakarta. Sempat ada aksi teatrikal pecahkan sebuah lampu neon menggunakan mulut di kawasan sekitar Pasar Sore Malioboro. Aksi tersebut merupakan simbol penolakan program Makan Bergizi Gratis.
Di depan Istana Kepresidenan Yogyakarta, ada 4 poster besar yang dipasang di depan gedung, di antaranya bertuliskan ‘Rakyat Marah’, ‘Kabinet Merah Putih Boros Anggaran, Bubarkan’.
Sementara itu akses kendaraan Jalan Malioboro masih ditutup karena massa aksi masih memadati gedung.
Adapun aksi ini diikuti oleh kampus-kampus di Yogyakarta, baik mahasiswa maupun dosen-dosen. Ada juga dari masyarakat sipil. Barisan massa aksi diperkirakan membentang sejauh sekitar 200 meter.
Koordinator lapangan dari UIN Sunan Kalijaga, Mustafa, mengatakan para massa terutama mahasiswa kampus ini menuntut mengenai efisiensi anggaran hingga pengesahan RUU Perampasan Aset. Dirinya membawa sekitar 500 pasukan.
ADVERTISEMENT
“Pertama tentang penolakan inpres mengenai efisiensi anggaran, kemudian memprioritaskan pendidikan dan kesehatan, kemudian sahkan RUU Perampasan Aset,” kata di lokasi aksi, Kamis (20/2).
Berdasarkan rilis yang diterima, mereka menyerukan perlawanan untuk menurunkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan membubarkan Kabinet Merah Putih.
“Kami, Jogja Memanggil menyerukan perlawanan TURUNKAN PRABOWO-GIBRAN, BUBARKAN KABINET MERAH PUTIH,” begitu tertulis dalam rilis tersebut, Kamis (20/2).
Mereka juga menggarisbawahi 10 persoalan, di antaranya PPN 12 persen, Kelangkaan gas elpiji 3 kg dan solar, konflik agraria, UU Cipta Kerja. Sementara itu hashtag yang digaungkan adalah #IndonesiaGelap #BubarkanKabinetMerahPutih #TurunkanPrabowoGibran.