Mau Coba Jasa Membangunkan Sahur, Paket Mulai Rp 20 Ribu untuk 7 Hari

Di media sosial, banyak sekali yang menawarkan jasa membangunkan sahur, tapi hanya sedikit yang benar-benar serius menawarkan jasa itu. Sebagian besar mengunggah tawaran jasa itu hanya sebagai bahan lelucon belaka. Padahal, jika diseriusi, usaha jasa membangunkan sahur bisa menjadi sumber pendapatan tambahan musiman setiap bulan Puasa.
Salah satu yang benar-benar mendirikan bisnis dari jasa memangunkan sahur adalah Santi (bukan nama sebenarnya). Awalnya, dia juga mengaku mengunggah paket jasa membangunkan sahur hanya sebagai bahan lelucon, untuk lucu-lucuan semata.
“Tapi ternyata ada yang nanggepin serius, ya udah dilanjutin aja sekalian,” ujarnya ketika dihubungi melalui media sosialnya, Selasa (13/4).
Di media sosialnya, Santi menawarkan paket membangunkan sahur dengan tarif Rp 20 ribu untuk 7 hari, Rp 35 ribu untuk 14 hari, dan Rp 65 ribu untuk satu bulan penuh bonus ucapan selamat Idul Fitri. Jika pelanggannya ingin mendapat tambahan kata-kata seperti panggilan sayang, maka dikenakan tambahan tarif RP 5 ribu untuk satu kali membangunkan.
“Itu harga membangunkan via chat, kalau mau via telepon dikenakan tambahan tarif Rp 5 ribu lagi per hari,” lanjutnya.
Di hari pertama, ternyata ada tiga orang yang mendaftar menjadi member jasanya dan semuanya mengambil paket 7 hari, dan semuanya bukan orang yang dia kenal, dan semuanya laki-laki. Santi tak menyangka bahwa ada orang yang benar-benar memerlukan jasa membangunkan sahur.
“Heran juga kok ada yang benar-benar minat, padahal kan semua HP ada alarmnya,” ujarnya.
Namun dia sudah tidak menerima pelanggan lagi yang ingin memakai jasanya untuk membangunkan sahur. Alasannya karena memang sejak awal dia tidak serius membuka jasa membangukan sahur. Sedangkan tiga pelanggan pertamanya yang dia terima dia anggap sebagai bentuk pertanggung jawaban karena telah mengunggah jasa membangunkan sahur di media sosial.
Menurutnya memang ada perbedaan sensasi ketika sahur dibangunkan oleh alarm dan dibangunkan langsung oleh seseorang.
“Mungkin sudah kelamaan jomblo ya, pengin ngerasain dibangunin sama orang pas sahur,” jawab Santi terkekeh.
Jika Santi menerima jasa membangunkan sahur karena ketidak sengajaan, lain lagi dengan Khoirul Anam. Sejak awal, dia memang berniat membuka jasa membangunkan sahur, bahkan dia sampai membuat flyer lengkap dengan kontak WhatsApp dan foto wajahnya.
Bedanya, Anam tidak memberlakukan tarif bagi siapapun yang ingin dia bangunkan saat sahur, alias gratis. Dan di hari pertama puasa, ternyata ada yang benar-benar ingin dibangunkan oleh Anam ketika sahur.
“Ada beberapa, cewek kebanyakan. Mereka WA, mas nanti malam bangunin sambil dikasih emoticon tertawa. Semuanya tidak saya kenal mas,” jawab pemuda asal Magelang, Jawa Tengah itu.
Anam memang sengaja membuka jasa membangunkan sahur itu untuk menghibur banyak orang, sekadar untuk asik-asikan. Karena dia juga menikmatinya, dia tidak meminta tarif untuk siapapun yang membutuhkan jasanya. Sehingga jika Anam tertidur dan tak bisa membangunkan kliennya untuk sahur juga tidak ada yang dirugikan.
“Biar unik aja mas, bikin orang tersenyum, saya gratiskan, seneng juga bisa menghibur banyak orang,” lanjutnya.
Dari beberapa orang yang menghubunginya, sebagian besar adalah perempuan. Kendalanya, ternyata bukan perkara gampang membangunkan orang untuk sahur. Dari semua yang dia telepon, ternyata sebagian besar tidak bangun.
“Saya misscall tiga kali mas, kalau enggak bangun ya udah,” kata Anam.
Buat kamu yang ingin merasakan sensasi dibangunin sahur oleh seseorang, mungkin bisa pakai jasa Khoirul Anam. (Widi Erha Pradana / YK-1)
