Megawati Tanam Pohon Bodhi di UGM, Hasto: Simbol Penguatan Riset dan Inovasi
·waktu baca 2 menit

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Soekarnoputri, menanam pohon bodhi di halaman Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (1/10/2025). Penanaman pohon dilakukan usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UGM dan BRIN.
Dalam kesempatan itu, Megawati didampingi Rektor UGM Prof. Ova Emilia serta Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Megawati menyiram sekaligus menguruk tanah di sekitar pohon bodhi yang ditanam sebagai simbol penguatan riset, inovasi, dan kepedulian pada lingkungan.
Hasto Kristiyanto menegaskan, kegiatan ini selaras dengan pesan Megawati untuk membangun kesadaran riset dan inovasi di Indonesia.
“Pesan pentingnya, kenapa pohon bodhi, agar kita mengedepankan riset dan inovasi. Kita harus bangun kesadaran seluruh anak bangsa untuk optimalkan produk pengetahuan kita, budaya riset dan inovasi,” ujar Hasto usai acara Workshop Pengelolaan Biodiversitas dan Penguatan HKI untuk Masa Depan Berkelanjutan di Balairung UGM, Rabu (1/10).
Menurut Hasto, riset dan inovasi berbasis keanekaragaman hayati dapat menjadi modal besar bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.
“Tentu saja, ada pesan penting yaitu jangan lupa dipatenkan. Keanekaragaman pangan yang kita miliki harus terdokumentasi baik. Seperti tadi disampaikan Pak Bambang Kesowo sudah menunjukan bagaimana rendang misalnya bisa dipatenkan, itulah kekayaan Indonesia,” imbuhnya.
Sebelum workshop berlangsung, Megawati juga meninjau Mini Expo Biodiversitas di Balairung UGM. Dalam pameran tersebut, BRIN menampilkan produk olahan pangan berbasis teknologi terapan dari mitra UMKM, sementara UGM Science Techno Park menampilkan riset bahan pewarna alam. Fakultas Biologi UGM turut menampilkan sejumlah produk inovasi hasil riset terbaru.
Ketua Pansus Raperda Penyelenggaraan Riset, Invensi, dan Inovasi Daerah DPRD DIY, Eko Suwanto, yang hadir dalam acara itu menyebut kegiatan ini dapat menjadi masukan penting bagi pembahasan regulasi di tingkat daerah.
“DPRD DIY kini tengah membahas Raperda Penyelenggaraan Riset, Invensi, dan Inovasi Daerah. Materi yang disampaikan tentu memperkaya perspektif dan bisa jadi referensi menyusun Raperda guna membawa kesejahteraan rakyat Yogyakarta. Kita ingin tiap kebijakan publik berbasis data riset yang baik,” kata Eko Suwanto.
