Melihat Calon Tempat Parkir Bus Wisata di Jogja Pengganti Parkiran Abu Bakar Ali
·waktu baca 2 menit

Setelah Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali di kawasan Malioboro dibongkar, Pemkot Yogya akan mengaktifkan TKP Giwangan di kawasan Terminal Giwangan sebagai penggantinya. TKP Giwangan ini nantinya akan difungsikan untuk menampung bus-bus wisata dengan kapasitas sekitar 60 unit bus.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyebut langkah ini menjadi strategi menghidupkan kembali Terminal Giwangan sebagai simpul transit menuju pusat kota.
“Terminal Giwangan harus dihidupkan kembali sebagai moda transportasi transit wisatawan. Meskipun ruang fiskal terbatas, akhir tahun ini akan kami bersihkan, kios yang rusak diperbaiki, dan area parkir bus ditata agar representatif. Januari nanti kami coba fungsikan,” ujar Hasto saat ditemui Pandangan Jogja di Balai Kota, Selasa (9/9).
Nantinya, wisatawan yang akan ke Malioboro, Titik Nol, atau ke area dalam kota, akan difasilitasi menggunakan shuttle khusus. Dengan begitu, bus wisata tak perlu masuk ke dalam kota.
“Nanti sebagian bus-bus sesuai kemampuan akan kita masukan di Terminal Giwangan, supaya transit di Giwangan. Nanti yang ke Malioboro, Titik Nol dan (dalam) kota itu pakai shuttle,” kata Hasto.
Fasilitas Parkir Bus Wisata di Giwangan
Kepala Bidang Penataan Bangunan Dinas PUPKP Kota Yogyakarta, Fakhrul Nur Cahyanto, menjelaskan pekerjaan penyempurnaan area parkir dan rehabilitasi kios dilakukan di lahan milik Pemkot Yogyakarta seluas 3.500 meter persegi. Pengerjaan ini menggunakan APBD 2025 dengan pagu sekitar Rp2,8 miliar.
Fakhrul memerinci, pekerjaan meliputi leveling konblok yang bergelombang, penguatan putaran bus dengan cor beton, perbaikan drainase, pemasangan penerangan jalan umum (PJU), rehabilitasi kios menjadi los terbuka, hingga pembangunan kamar mandi bagi sopir dan kru bus.
“Dengan begitu, area parkir bisa difungsikan dengan nyaman, aman, dan melayani aktivitas hingga malam hari,” katanya.
Ia menambahkan, konsep kios akan dibuat lebih terbuka agar bisa difungsikan sebagai los untuk kebutuhan kuliner maupun layanan wisata. Selain itu, fasilitas kamar mandi dan area istirahat bagi pengemudi disiapkan agar terminal tidak hanya sekadar lokasi parkir, tetapi juga mendukung ekosistem pariwisata.
Target Selesai Akhir 2025
Fakhrul menjelaskan, pekerjaan akan dimulai setelah Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) terbit pada Kamis (11/9). Masa pelaksanaan ditetapkan selama 90 hari kerja atau sekitar tiga bulan.
“Jadi kemungkinan pekerjaan akan selesai pertengahan Desember 2025,” ujarnya.
Dengan begitu, bus wisata rombongan dari luar kota bisa langsung memarkir kendaraan di Terminal Giwangan, lalu melanjutkan perjalanan ke Malioboro atau destinasi lain di pusat kota dengan moda transportasi pendukung.
