Melihat Madrasah Yogya yang Melahirkan 2 Sosok Cawapres: Mahfud MD & Cak Imin
ยทwaktu baca 2 menit

Dua calon wakil presiden (cawapres) Indonesia, yakni Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin ternyata berasal dari almamater yang sama. Bukan hanya sama-sama lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM), keduanya juga merupakan alumni dari madrasah yang sama di Yogya, yakni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta.
Mahfud MD adalah alumni MAN 1 Yogyakarta lulusan tahun 1977, saat itu sekolah yang beralamat di Jalan C. Simanjuntak, Terban, Kota Yogya itu masih bernama Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN).
Sedangkan Muhaimin Iskandar lulus dari MAN 1 Yogyakarta pada tahun 1985.
"Sekolahnya di sini, di kelas itu," kata Wakil Kepala Bidang Humas MAN 1 Yogyakarta, Suyanto, sembari menunjuk salah satu ruang kelas, Kamis (19/10).
Saat mendengar kabar Mahfud MD diumumkan menjadi cawapres mendampingi Ganjar Pranowo, seluruh keluarga MAN 1 Yogyakarta menurutnya sangat gembira dan bangga.
Sebab, itu artinya ada dua tokoh besar alumni MAN 1 Yogyakarta yang berpotensi menjadi wakil presiden setelah sebelumnya Cak Imin telah diumumkan lebih dulu sebagai cawapres Anies Baswedan.
"Makanya bercandaan kita kemarin itu, siapapun wakilnya yang menang MAN 1 Yogya," lanjutnya.
Ia berharap, dua tokoh besar itu akan memberikan inspirasi bagi para siswa untuk menjadi tokoh besar di masa mendatang.
Selain Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar, sebenarnya masih banyak tokoh-tokoh lain yang merupakan alumni MAN 1 Yogyakarta.
Mulai dari Muammar Zainal Asyikin, seorang qori dan hafidz senior Indonesia; ada juga Eddy Pratomo, seorang diplomat yang pernah menjadi Duta Besar Indonesia di Jerman; ada juga Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Subhan Cholid; ada juga Safira Machrusah yang pernah menjadi Dubes RI untuk Aljazair; Ahmad Kamil, mantan Wakil Ketua Mahkamah Agung; dan masih banyak lagi.
"Pak Mahfud, Cak Imin, dan alumni kita yang lain yang menjadi tokoh-tokoh itu harapan kami bisa menginspirasi anak didik kami, bahwa kelak aku akan menjadi seperti dia," ujar Suyanto.
