Mengenal Technopark Gunadarma, Agroteknologi Milik Universitas Gunadarma

Kalau ada sebuah kawasan di Cianjur milik Universitas Gunadarma yang asyik untuk dikunjingi bersama keluarga dan teman sebaya, itu adalah Technopark Gunadarma. Di area seluas ribuan meter persegi ini, kita bisa melihat sebuah icon yang melambangkan sumbangsih Universitas Gunadarma pada bangsa, tak hanya pada urusan teknologi, tapi juga multidisiplin ilmu.
Ya, Technopark Gunadarma atau yang juga dikenal sebagai Gunadarma Technopark (GTP) merupakan kawasan yang bersifat holistic integrative, sehingga dapat menunjang kegiatan pendidikan, pertanian terpadu, pariwisata, dan pengembangan teknologi terpadu.
Memasuki kawasan Gunadarma Technopark, kita akan menjumpai cluster-cluster/zonasi yang secara spesifik dan fokus mengembangkan suatu aspek penerapan teknologi terpadu. Benar, Technopark Gunadarma memiliki beberapa kawasan tematik di antara, kawasan Agropark, Technopark, Ecopark, Agroscience, Edupark, Tourismpark, Sport Sciencepark dan lain-lain. Semua ini diintegrasikan menjadi Agrotechnoecoedutourism Park.
Dan setiap kawasan tersebut memiliki tujuan yang berbeda-beda. Agrotechnopark misalnya, merupakan kawasan untuk pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi, seperti teknologi pasca panen, zona peternakan, perikanan maupun budidaya pertanian.
Kawasan untuk pengembangan sektor industri pengolahan berbasis teknologi, yakni pengolahan pasca panen, bengkel kerja teknologi tepat guna, pengolahan limbah industri dan lain sebagainya berada di kawasa Teknopark. Sedangkan Ecoedupark menjadi sebuah kawasan edukatif untuk informasi teknologi, zona wisata, maupun belanja.
Sementara Agroscience Park (ASP) dan Agrotechno Park (ATP) adalah suatu kawasan yang berfungsi untuk menerapkan berbagai jenis teknologi di bidang pertanian tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, peternakan, perikanan, dan pengolahan hasil (pasca panen) yang telah dikaji oleh berbagai LPNK, swasta, PTN/PTS untuk diterapkan dalam skala ekonomi, serta tempat pelatihan dan pusat transfer teknologi ke masyarakat luas.
Di ASP dan ATP juga ada ruang aplikasi, sebuah ruang percontohan teknologi pertanian terpadu kepada para ilmuwan. Selain itu, ASP dan ATP juga memberikan pelatihan dan alih teknologi pertanian terpadu kepada masyarakat pada bidang teknologi budidaya tanaman dan perbenihan (Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan), teknologi pasca panen dan pengolahan hasil, teknologi peternakan unggas dan ruminansia, serta teknologi budidaya perikanan.
Secara khusus, pembuatan ASP dan ATP memiliki tujuan untuk meningkatkan penerapan dan alih teknologi hasil litbang Kementerian/LPNK Ristek, swasta dan perguruan tinggi kepada masyarakat. ASP dan ATP juga membangun model percontohan pertanian terpadu yang mengintegrasikan pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu siklus produksi.
Disamping itu, ASP dan ATP juga berusaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terampil dan mandiri di bidang agroteknologi dan agribisnis.
Fasilitas Gunadarma Technopark
Untuk menunjang aktivitas pengunjung, pengelola menyediakan banyak fasilitas yang bisa ditemukan dalam Technopark Gunadarma, di antaranya:
1. Musholla dan Restroom
Saat berkunjung ke Gunadarma Technopark, pengunjung muslim tidak perlu khawatir karena GTP sudah menyediakan mushola sehingga pengunjung yang beragama Islam dapat menunaikan ibadah sholat disana.
Mushola ini berada di ujung barat daya dari area GTP. Lokasinya berdekatan dengan Fishing Pond. Luas bangunan mencapai 400 m2 dilengkapi dengan beberapa kamar mandi, toilet dan tempat wudhu.
Desain bangunan dibuat terbuka layaknya pendopo Joglo Jawa tetapi atapnya dibuat khas trapesium terbalik menyeragamkan dengan tema atap secara umum di GTP Cikalong ini. . Bangunan ini didesain menyatu dengan Restroom/Rest Area.
Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengunjung ketika ingin menunaikan ibadah sekaligus beristirahat sejenak sebelum melanjutkan petualangan mereka di Gunadarma Technopark Cikalong.
2. Arboretum GTP
Salah satu bangnan unik yang bisa ditemukan di Gunadarma Technopark Cikalong adalah Arboretum GTP. Bangunan ini berbentuk limas/piramid dengan ukuran alas 52 x 52 m2 dan tinggi 50 m. Arboretum GTP mengadaptasi model bangunan Taman Burung yang ada di Taman Mini Indonesia Indah dipadukan dengan Lovery di Perancis.
Sementara itu, setiap sisi bangunan dibuat dari bahan scree polycarbonate, sehingga menjadikan Arboretum GTP tahan terhadap cuaca luar tetapi tetap ringan. Di dalam bangunan ini ada berbagai jenis koleksi tanaman tropis dan sebagian dari koleksi tanaman subtropis, gurun dan tundra.
Di dalamnya terdapat miniatur air terjun, jembatan gantung, aneka burung dan kupu-kupu yang dibiarkan hidup bebas layaknya hewan-hewan di hutan. Di dalam Arboretum ini terdapat ministage yang bisa digunakan untuk acara-acara khusus seperti pernikahan, ulang tahun atau ceremonial kecil lainnya yang ingin mengambil nuansa alam atau vegetasi hutan.
Arboretum juga dilengkapi dengan lampu-lampu tembak yang menerangi aktivitas di dalamnya saat malam hari. Arboretum ini sangat cocok dijadikan sebagai tempat untuk pembelajaran Botani ataupun deskripsi tanaman.
3. Outbound Training
Di sebelah utara Amphitheatre terdapat Wahana Outbound Training. Wahana ini masih satu lingkaran dengan Education Building di posisi luar Indonesian Miniature Landscape. Berdiri di tanah seluas luas 2.000 m2, wahana ini menjadi salah satu objek yang menarik untuk dikunjungi.
Ada berbagai sarana outbound di dalam wahana ini seperti flying fox, trampolin, climbing web, dan lain-lain. Outbound Training sangat cocok digunakan untuk kegiatan pengembangan kepribadian ataupun team building.
4. Systematic Garden
Systematic Garden (SG) merupakan kebun yang berisi berbagai macam koleksi tanaman pohon langka habitus yang ada di Indonesia. Jumlah pohon langka yang telah ditanam di dalam Systematic Garden mencapai 44 pohon meliputi pohon buah ataupun kayu langka yang ada di Indonesia.
Selain itu, Systematic Garden juga digunakan untuk penanaman berbagai jenis atau varietas tanaman herba atau terna yang dikelompokkan menurut familinya dalam bed-bed khusus yang telah dirancang dengan bentuk dan pola sistematis.
Jalur-jalur setapak yang ada di dalam Systematic Garden dirancang sebagai reflexiology path. Pada keempat bagian sudut Systematic Garden dibuat embung. Pembuatan embung bertujuan untuk menjadi sumber cadangan air irigasi.
Systematic Garden juga dilengkapi dengan Gazebo di tengah-tengahnya untuk menikmati suasana air ataupun berinteraksi dengan ikan-ikan yang sengaja dipelihara di dalamnya. Luas area SG mencapai 1.800 m2 dengan berbagai fasilitas yang ada.
Memiliki berbagai fasilitas dan keunggulan, Technopark Gunadarma sepertinya akan menjadi salah satu tempat yang cocok untuk dikunjungi bersama keluarga dan teman. (Ads / YIA-1)
