Meski Kejahatan Jalanan Sedang Marak, Walikota: Silakan Datang ke Jogja
·waktu baca 3 menit

Walikota Jogjakarta, Haryadi Suyuti, menyampaikan supaya masyarakat yang ingin datang ke Jogjakarta tidak perlu khawatir. Pasalnya, Pemkot Jogja menurutnya telah menjalin kerja sama dengan Polresta dan Kodim Jogjakarta untuk menangani kasus kejahatan jalanan atau klitih yang dalam dua pekan terakhir kembali marak di wilayah Daerah Istimewa Jogjakarta (DIY).
Salah satu upaya yang dilakukan untuk menjaga keamanan adalah dengan melakukan patroli. Dalam patroli tersebut, Pemkot Jogja menurut Haryadi juga melibatkan sejumlah organisasi masyarakat seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Karang Taruna, Kokam, serta Banser.
“Silakan datang ke Jogja. Saya Walikota, Wakil Walikota, Polresta, Polda, Kodim TNI, kita akan berupaya sekuat tenaga menjaga Jogjakarta aman,” kata Haryadi Suyuti seperti dikutip dari laman Pemkot Jogja, Selasa (12/4).
Dia juga menjamin Kota Jogjakarta dalam situasi yang aman, terutama menjelang Idul Fitri nanti. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir saat akan datang ke Jogja.
“Aman dihuni, nyaman dikunjungi. Apalagi menjelang selesainya bulan Ramadhan, silakan datang ke Jogja tanpa ada kekhawatiran apapun,” tegasnya.
Haryadi menegaskan, bahwa ada konsekuensi hukum atas kejahatan jalanan yang melukai orang. Pelaku kejahatan jalanan, akan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku. Selain itu, Pemkot Jogja menurutnya juga akan meningkatkan penegakkan Peraturan Daerah Nomor 15 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.
Karena itu, menurutnya tidak ada alasan masyarakat yang akan datang ke Jogja untuk merasa khawatir. Dia juga meminta supaya masyarakat tidak berlebihan dalam menanggapi kasus kejahatan jalanan yang terjadi beberapa kali sejak bulan Ramadhan. Apalagi menurut dia tidak ada korban acak dalam kejahatan jalanan seperti yang dibicarakan banyak orang.
“Tidak perlu takut ke Jogja. Orang mengatakan Jogja tidak aman, kata siapa? Jogja aman. Insyaallah aman,” ujarnya.
“Tidak perlu berlebihan. Tidak ada korban acak. Kami ada untuk masyarakat,” tegas Haryadi Suyuti.
Wakil Walikota Jogjakarta, Heroe Poerwadi, mengungkapkan bahwa dari hasil pertemuan dengan pihak kepolisian, memang disimpulkan bahwa tidak ada korban acak dalam kasus kejahatan jalanan. Kejahatan jalanan yang terjadi menurut dia dikarenakan adanya gesekan antara kelompok remaja.
Untuk mengatasi masalah kenakalan remaja itu, Pemkot Jogja menurut dia sudah membuat Perda Ketahanan Keluarga dan Perwal yang menyangkut bagaimana keluarga membina anak-anaknya. Termasuk di dalamnya adalah meminta agar jam 22.00, anak-anak diharapkan sudah ada di rumah.
“Karena ada tri pusat pendidikan, persoalan tidak hanya sekolah, tapi juga keluarga dan masyarakat,” kata Heroe Poerwadi.
Sementara itu, Dirbinmas Polda DIY, Kombes Pol Ruminio Ardano, mengatakan ada tiga hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah kenakalan remaja ini. Di antaraya adalah pembinaan lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal, dan sekolah.
“Karena itu wilayah yang memang harus kita buat pagar secara rapat untuk mempersempit langkah gerak anak-anak untuk melakukan tindak pidana,” ujarnya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Jogjakarta, Akhid Widi Rahmanto, juga turut menyoroti kasus kejahatan jalanan yang terjadi di wilayah Jogjakarta beberapa pekan terakhir.
Dia mengatakan sangat prihatin dengan munculnya kembali kasus demi kasus klitih atau kekerasan jalanan tersebut. Dia juga meminta supaya masyarakat Jogjakarta ikut turut serta dalam mengatasi persoalan ini sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing.
“Ini menjadi keprihatinan bagi kami yang sangat mendalam. Mohon masyarakat Jogjakarta kita ikut bersama-sama sebisa mungkin dengan cara apapun sesuai kapasitas kita untuk bisa menghindari dan menanggulangi kasus-kasus seperti ini,” ujarnya.
“Misalnya ketika ada kasus yang mencurigakan bisa kita segera antisipasi hal itu. Paling tidak mengamankan lingkungan masing-masing,” kata Akhid Widi Rahmanto.
