Modal Rp 120 Ribu, Tahun Depan Keluarga di DIY Tak Akan Kesulitan Air Bersih
·waktu baca 2 menit

Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Agus Maryono, punya solusi agar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), juga Indonesia secara umum, bebas dari kekeringan akibat musim kemarau tahun depan. Solusi itu adalah dengan memanen air hujan.
Agus mengatakan bahwa kekeringan yang terjadi dari tahun ke tahun harus menjadi pelajaran penting. Apalagi musim kemarau tahun ini lebih panjang akibat El Nino.
Musim penghujan yang diprediksi akan dimulai pada November mendatang, harus dimanfaatkan supaya musim kemarau tahun depan tak ada lagi warga yang kesulitan mendapatkan air bersih. Caranya, dengan memanen air hujan.
“Cukup dengan biaya Rp 120 ribu per keluarga, tahun depan kita tidak akan kesulitan air bersih lagi,” kata Agus Maryono saat dihubungi pada Kamis, (26/10).
Biaya Rp 120 ribu itu adalah modal untuk membeli galon air minum kemasan sekali pakai sebanyak 60 buah dengan asumsi harga satu galon bekas Rp 2.000.
Sebanyak 60 galon itu nantinya digunakan untuk menampung air hujan pada musim penghujan mendatang. Pada musim kemarau tahun depan, air hujan tersebut bisa digunakan selama dua bulan dengan perhitungan dalam sehari satu keluarga mengonsumsi satu galon air untuk makan dan minum.
"Itu untuk dua bulan terakhir pada musim kemarau. Biasanya dua bulan terakhir itu yang berat, kalau empat bulan awal orang masih bisa cari air di sumur atau belik (mata air)," jelasnya.
"Kalau untuk cuci dan mandi orang desa sudah tahu gimana caranya, itu untuk konsumsi saja," lanjutnya.
Galon-galon sekali pakai ini sekarang sudah semakin banyak, sehingga harus dimanfaatkan supaya tidak merusak lingkungan. Masyarakat bisa diminta untuk membeli sendiri galon-galon tersebut, atau dibantu oleh pemerintah.
Dengan catatan, masyarakat harus menggunakan galon itu untuk menampung air hujan pada musim hujan berikutnya.
"Dikasih tahu kalau tahun depan tidak ada droping air lagi, karena mereka sudah punya galon konsekuensinya musim hujan harus menampung," kata dia.
Jika dibandingkan dengan harga toren kapasitas 1.500 liter, penggunaan galon sekali pakai juga dinilai jauh lebih murah. Harga toren kapasitas 1.500 liter saat ini di kisaran Rp 2 juta. Dengan kapasitas yang sama, artinya butuh 100 galon untuk menampung air hujan sebanyak 1.500 liter.
"Harga galon itu hanya Rp 1.500 sampai Rp 2.000, jadi kalau 100 galon dia cuma butuh Rp 200 ribu. Itu sudah musim kemarau tahun depan dia sudah sangat aman," kata Agus Maryono.
