Kumparan Logo
Konten Media Partner

Muhammadiyah Larang Kampanye di Kampus, kalau Adu Ide dan Gagasan Boleh

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti. Foto: Dok. Muhammadiyah
zoom-in-whitePerbesar
Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti. Foto: Dok. Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah bahwa Muhammadiyah tidak akan mengizinkan kegiatan kampanye pemilu dilakukan di dalam kampus maupun sekolah yang mereka kelola.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti. Meski begitu, bukan berarti kampus dan sekolah milik Muhammadiyah akan benar-benar steril dari kegiatan politik.

kumparan post embed

Kampanye yang dilarang menurut Sayuti adalah kampanye yang hanya menghadirkan satu kandidat atau partai politik saja.

"Kalau hanya satu calon, kemudian dia kampanye di kampus kita, itu namanya kita (Muhammadiyah) pro sama dia," kata Muhammad Sayuti saat dihubungi pada Selasa (29/8).

instagram embed

Hal itu menurut dia secara tegas dilarang oleh Muhammadiyah karena Muhammadiyah harus menjaga jarak dengan semua partai politik maupun calon.

Sementara itu, jika kegiatan yang dilakukan menghadirkan semua pihak untuk saling beradu ide, gagasan, atau konsep pembangunan, dalam sebuah forum ilmiah yang diadakan oleh kampus menurutnya tak jadi masalah.

“Kalau diskusi tiga kandidat, atau berapa puluh partai bersama-sama, adu visi-misi, adu program, itu enggak ada masalah. Nanti kan audience bisa memilih mana yang argumentasinya paling baik,” ujarnya.