Kumparan Logo
Konten Media Partner

Muhammadiyah-Vatikan Bentuk Koalisi Lintas Agama, Serukan Perdamaian Dunia

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kunjungan delegasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah ke berbagai institusi di Vatikan pada Selasa (5/5). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kunjungan delegasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah ke berbagai institusi di Vatikan pada Selasa (5/5). Foto: Dok. Istimewa

Delegasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjalani serangkaian agenda lawatan ke berbagai institusi di Vatikan pada Selasa (5/5) yang lalu. Dalam kunjungan tersebut, delegasi juga bertemu langsung dengan jajaran tertinggi Gereja Katolik Roma untuk membangun kemitraan strategis di berbagai bidang.

Dari pertemuan itu, muncul kesepakatan untuk membentuk koalisi organisasi keagamaan lintas tradisi yang bertujuan menyuarakan perdamaian dunia serta mendorong penghentian perang ekonomi yang dinilai menjadi pemicu krisis kemanusiaan di berbagai belahan dunia.

Delegasi diterima oleh Menteri Dialog Antar Agama (Discastery for Interreligious Dialogue), George Jacob Koovakad, didampingi Sekretaris Dicastery for Interreligious Dialogue, Markus Solo, seorang pastor asal Flores, NTT, yang kini bertugas di Vatikan sebagai jembatan dialog Katolik–Muslim di kawasan Asia Pasifik.

Kunjungan delegasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah ke berbagai institusi di Vatikan pada Selasa (5/5). Foto: Dok. Istimewa

Rektor UMY, Achmad Nurmandi, mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Kardinal Koovakad berulang kali menekankan pentingnya perjuangan bersama antar umat beragama.

"Kita itu umat beragama seluruh dunia harus bersama-sama berjuang, melawan perang ekonomi. Dia (Kardinal Koovakad) pakai kata perang ekonomi, sampai tiga empat kali menggunakan kata perang ekonomi," ujar Nurmandi saat ditemui di kampus UMY, Senin (11/5).

Keprihatinan Vatikan terhadap kondisi geopolitik global mencakup melemahnya otoritas Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB), pengabaian hukum internasional, serta tindakan sejumlah negara adidaya yang dinilai merugikan negara-negara yang lebih lemah. Nurmandi turut menyampaikan dampak nyata yang dirasakan di kawasan Asia kepada sang Kardinal.

"Saya bilang, terus terang pak Kardinal, di Asia itu luar biasa dampaknya. Harga naik karena bensin naik segala macam. Itu luar biasa dampaknya,” katanya.

instagram embed

Vatikan juga mendorong agar keprihatinan tersebut diterjemahkan dalam gerakan nyata.

"Kardinal menyampaikan perlunya gerakan bersama untuk menghentikan perang ekonomi di seluruh belahan dunia yang menimbulkan penderitaan umat manusia, termasuk anak-anak dan perempuan," tutur Nurmandi.

Sebagai tindak lanjut, Muhammadiyah dan Vatikan sepakat membentuk tim perumus yang terdiri atas lima orang dari pihak Muhammadiyah untuk menyusun Memorandum of Understanding (MoU). Dokumen tersebut akan menjadi payung bagi berbagai program bersama lintas negara yang berlandaskan Deklarasi Istiqlal 2024 dengan dua agenda utama, yakni humanisasi dan pendidikan. Kerja sama ini disebut menjadi yang pertama secara formal antara Negara Vatikan dan organisasi Islam di Indonesia.

Kunjungan delegasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah ke berbagai institusi di Vatikan pada Selasa (5/5). Foto: Dok. Istimewa

Sekretaris Universitas UMY, Bachtiar Dwi Kurniawan, menegaskan keistimewaan kolaborasi tersebut.

"Ini merupakan bentuk kolaborasi antara Negara Vatikan dan organisasi Islam Muhammadiyah. Mungkin ini menjadi kerja sama pertama antara sebuah negara dengan institusi ormas Islam," ujar Bachtiar.

Ia menambahkan, sebagai negara berdaulat, Vatikan memiliki protokol diplomatik yang ketat sehingga seluruh dokumen kerja sama akan melalui proses pemeriksaan administratif serta pertimbangan konsekuensi hukum dan kelembagaan bagi masing-masing pihak.

Nurmandi menjelaskan alasan Vatikan antusias menggandeng Muhammadiyah secara khusus.

"Vatikan itu sudah banyak kerjasama dengan ormas keagamaan di seluruh dunia. Tapi dengan ormas keagamaan Indonesia itu belum ada secara formal, antara Vatikan sebagai negara dengan ormas keagamaan di Indonesia itu belum ada,” jelasnya

“Jadi berkali-kali dia bilang, 'Coba kita bekerja sama.' Indonesia negara Islam terbesar di dunia dan Muhammadiyah organisasi Islam terbesar di Indonesia itu punya peran. Dan kami sangat senang kalau kita berkolaborasi," tutupnya