Nabung dari Jualan Kacang Mete, Pedagang di Jogja Bisa Berangkat Haji Plus
ยทwaktu baca 2 menit

Sri Widodo tidak pernah menghitung dengan pasti kapan tabungannya akan cukup. Perempuan yang sehari-hari berjualan kacang mete, kacang bawang, dan manggleng itu hanya terus menyisihkan sedikit demi sedikit pendapatannya, kadang dalam bentuk perhiasan yang kelak dapat dijual kembali.
Titik balik itu datang saat ia berkesempatan untuk menunaikan ibadah umrah.
"Waktu umrah saya berdoa, 'Gusti Allah, menawi kula wonten rejeki, pengin sowan malih'," kenangnya. Setahun setelah memanjatkan doa tersebut, Sri mendapatkan pesanan kacang senilai Rp90 juta. Uang itu langsung dipakainya untuk mendaftar haji.
Jumat (8/5), Sri Widodo berangkat ke Tanah Suci, menjadi bagian dari 227 jemaah haji plus Hasuna Tour yang diberangkatkan tahun ini.
Hasuna Tour merupakan biro haji plus dan umrah tertua di Yogyakarta, berdiri sejak 1997 dengan nama PT Hasuna Intan Permata dan kini beroperasi di bawah PT Citra Wisata Dunia.
Haji plus adalah program haji yang menggunakan kuota haji khusus dari pemerintah, dengan masa tunggu lebih pendek dibanding haji reguler, di Hasuna, rata-rata berkisar enam hingga tujuh tahun. Dengan biaya yang lebih tinggi, fasilitas yang diberikan pun lebih lengkap, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga pendampingan ibadah. Penyelenggaraannya dilakukan oleh biro perjalanan ibadah khusus yang telah mendapat izin resmi dari Kementerian Agama.
Selain Sri Widodo, ada pula pasangan muda Twin Wahyu dan Muhammad Yusron yang sudah mendaftar haji tak lama setelah menikah. Pertimbangan mereka bukan hanya soal waktu, melainkan juga kondisi fisik.
"Mumpung masih muda dan masih kuat. Karena kalau udah di atas 40 kan kesehatan juga menurun. Apalagi haji itu kan nggak hanya Tawaf sama Sa'i, harus di Mina selama enam hari. Jadi harus benar-benar fisiknya maksimal," tutur Twin.
Hasuna Tour membekali para jemaah jauh sebelum keberangkatan. Manasik dimulai sejak satu tahun sebelumnya, tidak hanya dalam format klasikal, tetapi juga melalui manasik rombongan yang berpindah dari rumah ke rumah antarsesama jemaah.
"Tidak berhenti pada manasik yang klasikal, kita juga lakukan manasik rombongan tiap rombongan dari rumah ke rumah," kata pembimbing haji Hasuna Tour, Noor Saif.
Ia juga menjelaskan tujuan pendekatan tersebut.
"Tujuannya adalah untuk mempererat hubungan di antara mereka, keakraban membangun keakraban di antara mereka, soliditas tim, membangun kerjasama ya, saling tepo seliro, saling bertanggung jawab satu dengan yang lain," jelasnya.
Selama lebih dari 29 tahun, Hasuna telah memberangkatkan lebih dari 26.000 jemaah dari D.I. Yogyakarta, Jawa Tengah, dan berbagai daerah di Indonesia.
