Kumparan Logo
Konten Media Partner

OJK DIY Dorong Peningkatan Inklusi Keuangan 91 Persen di Akhir 2025

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gelaran Fin Expo 2025, Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang digelar oleh OJK DIY di Galeria Mall Yogyakarta, Sabtu (18/10). Foto: Dok.OJK DIY
zoom-in-whitePerbesar
Gelaran Fin Expo 2025, Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang digelar oleh OJK DIY di Galeria Mall Yogyakarta, Sabtu (18/10). Foto: Dok.OJK DIY

Otoritas Jasa Keuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (OJK DIY) mencatat indeks inklusi keuangan masyarakat DIY pada tahun berjalan 2025 mencapai 80,51 persen, meningkat 5,49 persen dibandingkan tahun 2024. Data itu disampaikan pada pembukaan Fin Expo 2025, Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang digelar oleh OJK DIY di Galeria Mall Yogyakarta, Sabtu (18/10).

“Indeks inklusi keuangan tahun 2025 kemarin yang kami lakukan survei terakhir bersama BPS tercatat 80,51 persen, dengan literasi 66 persen,” kata Kepala OJK DIY, Eko Yunianto, dalam sambutannya. Pihaknya menargetkan indeks inklusi sebesar 91 persen pada akhir tahun 2025.

Eko menjelaskan, gap antara dua indeks tersebut mencapai sekitar 14 hingga 15 persen. Artinya, sebagian masyarakat sudah memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi belum sepenuhnya memahami manfaat maupun risiko dari produk keuangan yang mereka gunakan.

Kepala OJK DIY, Eko Yunianto di acara Fin Expo 2025, Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK). Foto: Dok. OJK DIY

Menurut Eko, survei yang dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) itu menjadi acuan bagi lembaganya dalam memperkuat program literasi di berbagai lapisan masyarakat. OJK berkomitmen memperluas edukasi publik agar masyarakat tidak hanya mampu mengakses layanan keuangan, tetapi juga memahami produk yang digunakan secara aman dan bertanggung jawab.

“Harapan kami tentunya nanti survei tahun 2025 yang dilakukan tahun 2026 indeks inklusi maupun literasinya ini nanti juga semakin meningkat. Ini tentunya berkat kolaborasi kita semuanya, OJK, BI, PUJK, Akademisi, Pemerintah Daerah, dan seluruh stakeholder,” tegas Eko.

Dalam sambutannya, Eko turut menyampaikan capaian nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) DIY yang meraih TPAKD Award 2025 sebagai TPAKD Terbaik tingkat Provinsi Wilayah Jawa-Bali.

Penyerahan simbolis inklusi keuangan kepada pelaku UMKM DIY. Foto: Danang BK/Pandangan Jogja

“Tentunya atas capaian-capaian tersebut kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah, Bank Indonesia, seluruh PUJK, TPAKD, institusi pendidikan, pelaku UMKM, komunitas, serta rekan media yang telah berkolaborasi,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyambut baik penyelenggaraan Bulan Inklusi Keuangan oleh OJK DIY. “Saya kira luar biasa bagaimana OJK melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk bisa juga memahami apa saja sih produk-produk tadi. Tidak cuma perbankan, tapi juga hal-hal lain yang berkaitan dengan jasa keuangan,” tutur Made.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hermanto, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasinya terhadap Bulan Inklusi Keuangan. Hermanto turut menekankan pentingnya perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti di acara Fin Expo 2025, Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK). Foto: Danang BK/Pandangan Jogja

“Kami menyampaikan apresiasi kepada OJK atas terselenggaranya BIK yang mendorong perluasan keuangan, tetapi juga memperkuat kesadaran akan pentingnya perlindungan konsumen di tengah perkembangan digital yang semakin meningkat agar masyarakat terhindar dari risiko kejahatan digital,” ujar Hermanto.

Ia turut memaparkan perkembangan transaksi digital di Yogyakarta. Per Agustus 2025, tercatat sebanyak 974 ribu merchant yang menggunakan QRIS di Provinsi DIY, dengan total 64 juta transaksi. Jumlahnya senilai Rp5,14 triliun dalam sebulan, atau sekitar Rp171 miliar per hari.

“Kalau dibagi 30, (ada) 2,1 juta transaksi (menggunakan QRIS) per hari di DIY. Nah, untuk nilainya itu Rp5,14 triliun per bulan,” papar Hermanto. Menurutnya, di tengah meningkatnya penggunaan layanan digital seperti QRIS, aspek perlindungan konsumen dan keamanan digital perlu menjadi perhatian utama.

Dari kiri, Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Elling Priswanto, Kepala OJK DIY, Eko Yunianto, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hermanto, dan Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad dalam acara Fin Expo 2025, Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Daerah Istimewa Yogyakarta di Galeria Mall, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, D.I. Yogyakarta, Sabtu malam (18/10). Foto: Danang BK/Pandangan Jogja

“Kami bersama OJK sebagai otoritas di lembaga keuangan, kalau kami terkait dengan payment system utamanya itu sangat aware sekali terkait bagaimana bapak ibu, masyarakat semuanya itu terlindungi dari skimming, phishing dan sebagainya,” tambahnya.

Berlangsung dua hari pada 18–19 Oktober, Fin Expo 2025 bertujuan memperkuat kerja sama antarlembaga keuangan dalam mendorong literasi dan inklusi di Yogyakarta melalui kegiatan-kegiatan interaktif seperti talk show, booth dari lembaga jasa keuangan, dan kompetisi Sobat ALIKA (Agen Literasi dan Inklusi Keuangan). Selain itu, terdapat pula hiburan seperti kompetisi stand up comedy, musik, serta pembagian doorprize.