Kumparan Logo
Konten Media Partner

OJK DIY Salurkan Pembiayaan Rp296 M untuk 3.079 UMKM di Bulan Inklusi Keuangan

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Acara puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 dan Financial Expo yang diadakan di Monumen Serangan Umum 1 Maret, Yogyakarta, Minggu (18/10). Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti.
zoom-in-whitePerbesar
Acara puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 dan Financial Expo yang diadakan di Monumen Serangan Umum 1 Maret, Yogyakarta, Minggu (18/10). Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY mencatat penyaluran pembiayaan sebesar Rp296 miliar kepada 3.079 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026. Capaian tersebut dipaparkan dalam acara Puncak BIK 2026 dan Financial Expo di Monumen Serangan Umum 1 Maret, Yogyakarta, Minggu (18/10).

Kepala OJK DIY, Eko Yunianto, mengatakan berdasarkan laporan 55 Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) di DIY selama periode 1 September hingga 17 Oktober 2026, total penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp1,5 triliun kepada 18.637 debitur. Dari jumlah tersebut, Rp296 miliar merupakan pembiayaan kepada 3.079 pelaku UMKM.

“Berdasarkan data tersebut, penyaluran kredit pembiayaan kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tercatat sebesar Rp296 miliar yang diberikan kepada 3.079 pelaku UMKM,” kata Eko dalam sambutannya pada agenda tersebut.

Selain pembiayaan, Eko memaparkan capaian inklusi keuangan DIY yang mencapai 98,74 persen atau peringkat kedua nasional berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Sementara tingkat literasi keuangan mencapai 76,44 persen atau peringkat ketujuh nasional. Kedua capaian tersebut berada di atas rata-rata nasional.

“Yang patut kita syukuri adalah untuk masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan hasil survei tersebut tingkat literasi keuangannya adalah 76,44 persen atau pada peringkat tujuh nasional sedangkan tingkat inklusi keuangannya itu mencapai 98,74 persen. Ini adalah peringkat dua nasional,” ujarnya.

Acara puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 dan Financial Expo yang diadakan di Monumen Serangan Umum 1 Maret, Yogyakarta, Minggu (18/10). Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti.

Perluasan akses keuangan selama BIK 2026 juga tercermin dari pembukaan 694.565 rekening Simpanan Pelajar (SimPel), 1.236 rekening tabungan emas baru, serta penambahan 815 nasabah baru dan 1.200 rekening baru melalui layanan Laku Pandai. Industri jasa keuangan juga melaksanakan 799 kegiatan Bank Goes to School yang menjangkau 14.129 pelajar, serta 278 kegiatan edukasi keuangan dengan 7.391 peserta dari berbagai kelompok masyarakat.

Meski akses keuangan semakin luas, Eko mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus penipuan keuangan di era digital. Ia menekankan pentingnya memastikan legalitas dan kewajaran tawaran sebelum menggunakan produk jasa keuangan atau berinvestasi.

“Kami mengingatkan kembali agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming investasi yang menawarkan keuntungan tinggi yang tidak wajar. Mohon dapat diingat prinsip 2L, legal dan logis sebelum memutuskan untuk berinvestasi atau menggunakan produk dan layanan jasa keuangan,” kata Eko.

Gubernur DIY Ingatkan Masyarakat Cermat Mengelola Uang

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menghadiri acara puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 dan Financial Exp, Minggu (18/10). Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X yang turut menghadiri acara tersebut menekankan bahwa perluasan akses keuangan harus diimbangi kemampuan masyarakat dalam mengelola uang secara bijak. Ia mengajak masyarakat menerapkan falsafah Jawa Gemi, Nastiti, Ngati-ati, yakni bijak menggunakan penghasilan, cermat mengambil keputusan, dan waspada terhadap risiko.

Sri Sultan juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab penyelenggara layanan keuangan dalam memberikan informasi yang jelas dan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

”Tanggung jawab tersebut juga berada di pundak penyelenggara layanan keuangan. Masyarakat berhak memperoleh penjelasan jujur, produk yang sesuai kebutuhan, serta pendampingan ketika menghadapi persoalan,” kata Sultan HB X.

Financial Expo Hadirkan Beragam Layanan Keuangan

Pengunjung memadati area tenan dalam gelaran Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 dan Financial Expo di Monumen Serangan Umum 1 Maret, Yogyakarta, Minggu (18/10). Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti.

Puncak BIK 2026 dan Financial Expo yang mengusung tema “Inklusi Keuangan Cerdas, Menuju Indonesia Emas” turut menghadirkan berbagai lembaga jasa keuangan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya OJK DIY bersama industri jasa keuangan untuk memperluas akses dan edukasi keuangan masyarakat.

Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIY, Santoso Rohmad, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan BIK 2026 yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pelaku UMKM.

“Kami mensupport penuh kepada pelaksanaan program inklusi keuangan yang diinisiasi oleh OJK dalam rangka memperluas jangkauan edukasi dan inklusi keuangan melalui berbagai kegiatan,” kata Santoso.

Salah satu pengunjung, Ira (22), mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai tabungan emas setelah mengunjungi sejumlah booth lembaga jasa keuangan di lokasi acara.

”Saya mengunjungi booth-booth seperti Bank Indonesia, OJK, Mandiri. Dari bootha tadi mendapat pengetahuan khususnya soal tabungan emas, saya baru tahu. yang bikin serunya karena hampir dari semua booth yang dikunjungi dapat hadiah,” kata Ira.