Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pabrik Garmen di Sleman Terbakar, Karyawan: Ini Rumah Kedua Saya

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Karyawan pabrik terdampak. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Karyawan pabrik terdampak. Foto: Dok. Istimewa

Pabrik garmen milik PT Mataram Tunggal Garment di kawasan Ngaglik, Sleman, terbakar pada Rabu (21/5) dini hari. Api mulai terlihat sekitar pukul 03.00 WIB dan baru bisa dipadamkan total sekitar pukul 14.00 WIB.

Di tengah upaya pemadaman, puluhan pekerja tampak memandangi pabrik yang terus mengeluarkan kepulan asap. Terlihat ada beberapa pekerja yang saling berpelukan.

Terdengar juga para pekerja saling berbincang dan berkata ‘gimana mesin-mesin kita.’

Salah satu pekerja yang enggan disebutkan namanya, menyebut pabrik ini adalah rumah keduanya. Ia sudah bekerja selama 6 tahun di bagian operasional. Rumahnya tak jauh dari pabrik itu.

“Ini ladang rezeki saya, rumah kedua saya,” katanya.

Ia bercerita seketika menangis saat melihat foto-foto pascakebakaran yang dikirimkan ke grup WhatsApp.

Kebakaran pabrik garmen milik PT Mataram Tunggal Garment di Ngaglik, Sleman, Rabu (21/5) pagi. Foto: Dok. Resti D/Pandangan Jogja

Hal serupa diungkapkan Husna, warga Ngemplak, Sleman, yang juga telah enam tahun bekerja di bagian operasional. Sambil memandangi bangunan yang masih mengeluarkan asap, ia berharap proses pemulihan dapat segera selesai.

“Semoga ini segera selesai, bisa kembali kerja lagi,” kata Husna.

Pantauan Pandangan Jogja pada pukul 11.15 WIB menunjukkan asap masih mengepul dari bangunan pabrik. Sekitar pukul 12.30 WIB, beberapa unit mobil pemadam mulai meninggalkan lokasi.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyatakan bahwa menurut informasi dari pihak manajemen, terdapat sekitar 1.800 pekerja di pabrik tersebut.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, saat meninjau lokasi kebakaran pabrik garmen, Rabu (21/5). Foto: Dok. Resti D/Pandangan Jogja

Ia juga menyebut telah berkomunikasi dengan pihak perusahaan, dan saat ini perusahaan sedang merencanakan pemindahan lokasi produksi sementara.

”Agar produksi ini tetap masih bisa berjalan, karena juga pesanannya banyak, tapi ini memang butuh waktu. Mudah-mudahan ini segera bisa terealisasi,” ujar Danang.