Pameran Space Art Pertama di Indonesia Digelar di Indonesia UFO Festival 2023

Konten Media Partner
20 Juli 2023 16:55 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Salah seorang pengunjung mencoba sebuah instalasi Space Art di Pameran Space Art di LIP Sagan. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Salah seorang pengunjung mencoba sebuah instalasi Space Art di Pameran Space Art di LIP Sagan. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Pameran "Space Art" atau "Seni dan Sains Antariksa" menjadi ajang baru dalam dunia seni dan estetika, di mana seniman berkolaborasi dengan ilmuwan dan ahli sains antariksa untuk menciptakan karya-karya yang terinspirasi dari eksplorasi luar angkasa. Pameran ini, yang dikenal juga dengan nama Astronomical Art, kini telah mencapai Indonesia dan menjadi bagian dari rangkaian Indonesia UFO Festival 2023.
ADVERTISEMENT
Festival yang berlangsung selama sebulan penuh di Yogyakarta, mulai dari tanggal 2 hingga 30 Juli 2023, menghadirkan Pameran Space Art sebagai salah satu acaranya. Pameran "Space Art" berlangsung di Lembaga Indonesia Perancis, Sagan, Yogyakarta.
"Pameran 'Space Art' ini mencoba untuk melampaui batasan tradisional antara seni dan sains, dan menciptakan gerakan budaya baru," ujar Kurator Pameran, Jeon Ok Jeong dalam rilis pers yang diterima redaksi Pandangan Jogja, Kamis (20/7).
"Dengan melibatkan ekspresi artistik dan instalasi yang memprovokasi pikiran, kami mengundang audiens untuk merenungkan misteri dan kemungkinan tak terbatas dari kosmos."
Menurut Venzha Christ, direktur Indonesia Space Science Society (ISSS), pameran ini juga melibatkan berbagai komunitas lintas disiplin dari berbagai kota dan provinsi di Indonesia. Ia menyatakan, "berbagai komunitas lintas disiplin turut berpartisipasi dan hadir dalam 17 acara yang akan digelar sepanjang bulan Juli, seperti 'Wayang Alien', 'Space Farming Workshop', 'UFO Camp', 'Indonesia UFO Day', dan 'International SETI Conference' #05 2023."
Pengunjung memadati ruang pamer di LIP, Sagan. Foto: Dok. Istimewa
Dalam kesempatan tersebut, Venzha Christ juga menjelaskan, "Proyek 'Space Food' pertama di Indonesia akan dideklarasikan dengan melibatkan tim inti dari berbagai institusi, yang menjadi hasil turunan dari Proyek VMARS (v.u.f.o.c Mars Analogue Research Station) yang bernama V-SFM dan V-SF."
ADVERTISEMENT
"Kami sangat bersemangat menghadirkan pameran ini dan merayakan semesta sebagai sumber inspirasi, penjelajahan keilmuan, dan kontemplasi filosofis," tambahnya.
Pameran "Space Art" dengan judul "Cosmos Chronology" ini juga menampilkan karya dari seniman-seniman Korea dan Indonesia, seperti Heri Dono, Unhappy Circuit, Lee Kangwook, Kim Bosul, Garasi Performance Institute, dan XXLab. Sementara itu, karya berbasis teknologi dari 8 Group Inovator Muda dari Mars Mission Project juga menjadi sorotan menarik dalam pameran tersebut.
International SETI Conference #5 2023. Foto: Dok. Istimewa
Sebelumnya dalam rangkaian Indonesia UFO Festival, juga terdapat acara "International SETI Conference" #05 2023, Indonesia Space Science Society (ISSS) yang mengundang pembicara dari berbagai negara, termasuk beberapa pakar Indonesia untuk membahas topik penting dalam penelitian kecerdasan ekstra-terestrial.
Gunalan Nadarajan dari University of Michigan, Amerika, Jongeun Lim dari Korea, Wataru Okamoto dari Mars Society Jepang, dan Eva Ursprung dari Austria adalah beberapa dari para pembicara yang diundang.
ADVERTISEMENT
Dalam penutup rilisnya, diterangkan bahwa Indonesia UFO Festival 2023 menjadi momentum bagi para pecinta seni dan astronomi untuk merasakan pengalaman unik dalam melihat dan merenungkan keindahan kosmos. Informasi lebih lengkap mengenai jadwal dan lokasi acara dapat diakses melalui laman resmi festival di www.vufoc.space.