Pemerintah Mau Ganti Gandum dengan Umbi-umbian, Tertarik Makan Mie Singkong?

Konten Media Partner
13 Juli 2022 18:53
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi akan mie. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi akan mie. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Pernahkah kamu membayangkan makan mie instan atau mie ayam yang terbuat dari singkong? Atau, membeli roti dari ubi jalar di minimarket?
ADVERTISEMENT
Hal itu mungkin saja terjadi jika pemerintah benar-benar melakukan substitusi atau mengganti tepung gandum dengan bahan pangan lokal, salah satunya umbi-umbian. Substitusi itu dilakukan karena adanya krisis pangan akibat perang Rusia-Ukraina, yang membuat mereka menghentikan ekspor gandumnya ke luar negeri. Tak hanya dua negara itu, total setidaknya saat ini ada 22 negara penghasil gandum yang menghentikan ekspornya.
Akibatnya harga gandum naik sampai tiga kali lipat. Padahal, konsumsi gandum Indonesia saat ini sudah mencapai angka 11 juta ton per tahun. Di sisi lain, seluruh kebutuhan gandum Indonesia bergantung pada impor dari luar negeri. Besarnya ketergantungan atas gandum impor ini, membuat turut terancam krisis pangan dunia. Karena itulah muncul rencana pemerintah mengganti gandum dengan umbi-umbian.
ADVERTISEMENT
Kepala Laboratorium Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwidjono Hadi Darwanto, mengatakan bahwa substitusi gandum dengan bahan pangan lokal seperti umbi-umbian mestinya tidak akan menjadi masalah.
Misalnya yang sudah banyak dibuat saat ini adalah mie dari tepung singkong, atau campuran antara singkong dan terigu. Meski dibuat dari singkong, menurutnya rasa mie yang dihasilkan sama persis dengan mie pada umumnya.
“Itu tidak merubah rasa, rasanya tetap sama seperti mie biasa, tidak terasa singkongnya. Begitupun jika dibuat roti, sama,” kata Dwidjono Hadi Darwanto yang beberapa kali sudah melakukan uji coba pembuatan mie dan roti menggunakan tepung singkong, ketika dihubungi Pandangan [email protected], Rabu (13/7).
Ilustrasi singkong Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi singkong Foto: Shutter Stock
Dwidjono mengaku pernah membuat roti dengan bahan baku 30 persen tepung singkong, hasilnya tidak terasa ada rasa singkong dari roti yang dihasilkan. Dia yakin, jika porsi tepung singkong ditambah juga tidak akan mengubah rasa roti tersebut.
ADVERTISEMENT
“Jadi sangat mungkin mengganti terigu dengan bahan lokal,” ujarnya.
Ketika berhasil mensubstitusi tepung gandum dengan bahan pangan lokal, artinya perlahan Indonesia bisa melepaskan diri dari ketergantungan atas tepung gandum dan terlepas dari ancaman krisis pangan yang sedang mencam dunia.
Pemerintah menurutnya perlu menggandeng pihak-pihak swasta, seperti industri mocaf, industri mie, roti, dan sebagainya untuk mulai mendiversifikasi bahan baku mereka dengan bahan lokal. Masalah selera masyarakat, asalkan produknya tersedia dan diikuti dengan penyadartahuan tentang pentingnya penggunaan bahan pangan lokal, pelan tapi pasti akan beralih.
“Secara industri, biayanya juga akan jauh lebih murah ketimbag mereka menggunakan gandum. Jadi sebenarnya sangat mungkin dilakukan asal pemerintah serius, bukan sekadar jadi proyek formalitas saja,” kata Dwidjono Hadi Darwanto yang kini juga menjabat sebagai Dewan Penasihat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) itu.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·