Pemkot Yogya Percepat Penghapusan Bentor, 50 Unit Langsung Dimusnahkan
ยทwaktu baca 3 menit

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mempercepat program penghapusan becak motor (bentor) dengan memusnahkan 50 unit bentor sekaligus saat penyerahan 50 becak listrik dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta, Rabu (3/6).
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa setiap pengemudi yang menerima becak listrik wajib menyerahkan bentor lamanya untuk dimusnahkan. Kebijakan ini dirancang agar jumlah bentor terus berkurang dan tidak ada armada baru yang masuk.
"Begitu menerima becak listrik, becak motornya dihancurkan. Harapan saya tidak ada orang yang menambah becak baru dalam bentuk konvensional," kata Hasto di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Rabu (3/6).
Hingga saat ini, sekitar 260 unit becak listrik telah beroperasi di Kota Yogyakarta, berasal dari bantuan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Pemkot menargetkan sekitar 900 bentor yang masih beroperasi seluruhnya digantikan becak listrik dalam dua tahun ke depan.
Untuk mempercepat pengadaan, Hasto membuka opsi pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Harapan saya dalam waktu dua tahun paling telat, 900 itu sudah tergantikan," ujarnya.
Pengendalian jumlah armada dilakukan melalui koperasi pengayuh becak. Data penerima bantuan didaftarkan berdasarkan nama dan alamat sehingga tidak ada penambahan anggota baru di luar daftar yang telah ditetapkan.
Penggantian bentor menjadi becak listrik merupakan bagian dari upaya mendukung kawasan ramah lingkungan, terutama di wilayah Sumbu Filosofi dan Malioboro. Kawasan Malioboro ditargetkan bebas bentor pada 2028.
"Dengan cara begitu cita-cita mewujudkan transportasi yang minim polutan lingkungan akan tercapai," kata Hasto.
KAI Gelontorkan Hampir Rp1 Miliar untuk Becak Listrik
Kepala KAI Daop 6 Yogyakarta, Bambang Respationo, menyebut bantuan 50 becak listrik merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) KAI.
"Kami mengalokasikan hampir Rp1 miliar untuk 50 becak listrik ini. Harapannya KAI tidak hanya hadir melayani penumpang, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan," ujarnya.
Bambang menambahkan, bantuan tersebut akan dievaluasi terlebih dahulu karena merupakan produk baru yang masih memerlukan penyempurnaan. KAI membuka peluang untuk melanjutkan dukungan serupa di masa mendatang.
Pengemudi Bentor: Lebih Murah, Tak Perlu Beli Bensin
Para pengayuh becak menyambut positif program ini. Sugiyo Pranoto (65), pengayuh becak asal Pandak, Bantul, mengaku terharu meski harus merelakan bentor yang dipakainya sejak 2015.
"Sedih ya, tapi suka sekali, dapat yang lebih baik," katanya.
Sugiyo, yang telah berprofesi sebagai pengayuh becak sejak 1981, menilai becak listrik akan memangkas biaya operasional secara signifikan.
"Lebih murah. Sudah untung enggak beli bensin karena mahal. Sekarang cuma pakai listrik saja," ujarnya.
Selama menggunakan bentor, Sugiyo menghabiskan sekitar satu liter bensin per hari untuk bekerja sekaligus pulang-pergi dari Bantul ke Kota Yogyakarta. Dengan beralih ke becak listrik, pengeluaran tersebut dapat ditekan sehingga pendapatannya lebih efisien.
