Pendaftar Rendah, 1.000-an Kursi SD Negeri di Kota Yogya Masih Kosong
·waktu baca 2 menit

Pemerintah Kota Yogyakarta mencatat sekitar 1.000 kursi siswa kelas 1 SD negeri belum terisi pada tahun ajaran sebelumnya, meski daya tampung yang tersedia mencapai sekitar 3.700 kursi.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyebut, jumlah pendaftar SD negeri baru mencapai sekitar 2.700 siswa, sehingga masih terdapat kekosongan yang cukup besar di sejumlah sekolah.
“Masih ada sekitar seribu kursi kosong. Padahal guru, gedung, kursi, dan fasilitas sudah tersedia,” ujar Hasto, Senin (30/3) saat ditemui di Embung Giwangan.
Ia mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan perlunya peran lebih aktif dari pihak sekolah, terutama kepala sekolah dan guru, dalam menjangkau calon siswa. Pemkot mendorong sekolah melakukan pendekatan langsung ke masyarakat, termasuk ke lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD).
“Harusnya guru dan kepala sekolah bisa lebih proaktif, misalnya datang ke PAUD-PAUD menawarkan ‘ayo masuk ke SD kami’,” katanya.
Hasto mencontohkan salah satu SD negeri di wilayah Pakualaman yang semula hanya menerima lima pendaftar. Setelah dilakukan pendekatan secara door-to-door, jumlah pendaftar meningkat menjadi 25 siswa.
Selain itu, Pemkot Yogyakarta juga menekankan optimalisasi fasilitas sekolah yang telah tersedia. Dengan masih adanya ruang kelas dan tenaga pengajar, penambahan jumlah siswa dinilai tidak akan menambah beban biaya operasional secara signifikan.
“Kapasitas itu sebenarnya sudah siap. Sayang kalau tidak dimanfaatkan,” ujar Hasto.
Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses pendidikan dasar gratis sekaligus mengoptimalkan sarana pendidikan di sekolah negeri.
