Kumparan Logo
Konten Media Partner

Penderita HIV/AIDS di Kota Yogya 2024 Capai 1.675 Kasus, Mayoritas Laki-laki

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi HIV. Sumber Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi HIV. Sumber Foto: Pexels

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mencatat ada 1.675 kasus HIV/AIDS di Kota Yogya hingga September 2024. Jumlah ini sudah lebih tinggi dari tahun 2023 sebanyak 1.583 kasus. Dari jumlah tersebut, kasus HIV/AIDS di Kota Yogya meningkat sekitar 5,87 persen dari tahun sebelumnya.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Yogya, Endang Sri Rahayu, mengatakan mayoritas penderita HIV/AIDS ini adalah laki-laki. Persentasenya bahkan mencapai 71 persen.

“(Pengidap HIV/AIDS Kota Yogya) laki-laki ada 71 persen,” ujarnya.

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu. Foto: Pemkot Yogya

Salah satu penyebab kasus HIV/AIDS ini kata Endang karena pengaruh prostitusi. Meski diakui prostitusi bukanlah penyebab tunggal tingginya HIV/AIDS.

“Prostitusi hanya salah satu sebab. Jumlah kasus meningkat karena memang dicari atau diskrining,” kata Endang saat dikonfirmasi Pandangan Jogja, Selasa (22/10).

Dinkes Kota Yogya juga telah berupaya melakukan berbagai upaya pencegahan agar kasus tidak semakin merebak.

“Salah satu yang dilakukan adalah VCT (Voluntary Counseling and Testing) mobile pada orang-orang berisiko seperti waria, warga binaan, pasien TBC, pekerja seks, pasien infeksi menular seksual,” kata Endang.

Pihaknya juga mewajibkan ibu hamil untuk melakukan skrining HIV/AIDS untuk memutus penularan dari ibu ke anak.