Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pengamen di Kota Yogya Akan Dibatasi dan Ditempatkan di Tempat Khusus

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Iustrasi pengamen di Kota Yogya. Foto: Pandangan Jogja/Arif UT
zoom-in-whitePerbesar
Iustrasi pengamen di Kota Yogya. Foto: Pandangan Jogja/Arif UT

Jumlah pengamen di Kota Yogya akan dibatasi dan ditempatkan di titik-titik khusus. Saat ini, Pemkot Yogya tengah memetakan titik-titik yang boleh dijadikan sebagai tempat mengamen.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan penataan ini bertujuan agar aktivitas pengamen lebih tertib, tidak mengganggu ketertiban umum, dan tetap mendapat ruang untuk berekspresi.

“Pengamen itu kita tentukan tempatnya. Ada titik-titik yang saya tentukan nanti, di mana yang boleh ngamen dan di mana yang semua ada pengamen terus nggak boleh gitu,” kata Hasto kepada awak media di Balai Kota Yogyakarta, Senin (22/9).

Ia menambahkan, pengamen di Kota Yogyakarta nantinya juga akan dibatasi jumlahnya. Jika kuota telah terpenuhi, tidak akan ada penambahan pengamen baru. Namun, ia belum menyebut lebih detail terkait kuota tersebut.

“Ini pengamen di kota juga ada kuotanya. Ya ketika pengamennya sudah cukup ya kita moratorium, ya untuk tidak ada pengamen baru gitu. Ya sudah pengamen yang sudah terdaftar kita tata gitu,” lanjutnya.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti

Saat ini, proses pemetaan titik-titik ngamen masih berjalan dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Salah satu kawasan yang akan diatur adalah antara kawasan Tugu Yogya hingga Titik Nol Kilometer.

“Ini baru saya minta untuk dipetakan, ini mungkin seminggu lagi selesai memetakan. Pengamen yang ada di Tugu sampai ke Titik Nol tidak boleh door to door itu juga sebagai penanda karena nanti akan ditentukan ada 5-10 titik yang boleh ada pengamen,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapannya agar para pengamen bisa lebih tertata dan tidak perlu mengejar-ngejar pengunjung atau warga. Bahkan ia meminta agar Dinas Kebudayaan mengalokasikan anggaran untuk mendukung aktivitas seni para pengamen.

“Saya memang bilang sama Dinas Kebudayaan, tolonglah kalau bisa dianggarkan dari anggaran untuk pentas seni budaya atau apa, atau mungkin jika dimungkinkan dana istimewa untuk ngopeni pengamen-pengamen ini, biar dia bisa ngamen tanpa harus ngejar-ngejar pada orang gitu loh,” katanya.