Konten Media Partner

Perbaiki Estetika Kota, 31 Depo Sampah Kecil di Yogya Dibongkar Pekan Ini

27 Maret 2025 14:34 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Depo Mandala Krida terkini. Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Depo Mandala Krida terkini. Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja
ADVERTISEMENT
Sebanyak 31 depo sampah kecil di Kota Yogyakarta akan dibongkar minggu ini. Pembongkarannya ditargetkan selesai minggu ini. Dari pembongkaran tersebut, depo sampah di Kota Yogya hanya tersisa 14 unit saja yang merupakan depo sampah besar.
ADVERTISEMENT
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan langkah ini diambil untuk memperbaiki estetika kota dan mengurangi kesan tumpukan sampah yang tersebar di berbagai lokasi. Keputusan ini setelah dilakukan kajian mendalam terkait kebutuhan depo sampah di kota tersebut.
“Semula kita akan tetap mempunyai 46 depo, tetapi alhamdulillah yang tadi setelah kita kaji bersama ternyata hanya butuh depo 14 saja, sehingga yang 31 depo itu akan kita bongkar ya sehingga tidak mengganggu pandangan dan lingkungannya bersih, termasuk contoh depo yang ada di luarnya Stasiun Lempuyangan, depo yang ada di Lempuyangan itu kita bersihkan plus kita bongkar,” kata Hasto ditemui di Pemkot Yogya, Rabu (26/3).
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja
Diakuinya kebijakan ini diterapkan sebab antara Pemkot Yogya dengan penggerobak sudah memiliki kesepakatan bahwa depo kecil itu tidak dimanfaatkan lagi sebagai tempat pembuangan sampah sementara. Ditambah, dirinya mengklaim bahwa seluruh kelurahan di Yogya yang sebelumnya baru siap 30 persen menjalankan kebijakan transporter, kini telah 100 persen siap dengan kebijakan tersebut.
ADVERTISEMENT
"Hasil kesepakatan dengan penanggung jawab TPS dan penggerobak mulai 1 April 2025 TPS sudah tidak dimanfaatkan lagi sebagai tempat pembuangan sampah sementara. 45 kelurahan sudah siap dengan cara yang baru,” tambahnya.
Pemkot menurutnya juga akan memasang CCTV di setiap titik depo guna meningkatkan efisiensi distribusi sampah. Dengan adanya CCTV, para pengangkut sampah dapat memantau situasi di lapangan sebelum berangkat ke depo.
“Kemudian kita pasang CCTV, semua kita pasang CCTV, harapannya nanti tukang supir gerobaknya pun dari rumah bisa lihat apa informasi itu, oh di sana sudah selesai, saya bisa berangkat ini. Dia bisa duduk-duduk di rumah dulu, tidak perlu antre di depan depo, tapi dia bisa, oh ya saya ini, jam saya sudah waktunya dan di sana sudah selesai saya berangkat,” kata Hasto.
ADVERTISEMENT