Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pertumbuhan Masif, DIY Terpilih Jadi Tuan Rumah Turnamen Padel Internasional

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI). Foto: Dok.Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI). Foto: Dok.Istimewa

Dalam dua tahun terakhir, jumlah lapangan padel di Daerah Istimewa Yogyakarta meningkat signifikan. Berdasarkan data PBPI DIY, dari sekitar 5–10 lapangan, jumlahnya diproyeksikan mencapai 40 lapangan pada pertengahan 2026, tersebar di seluruh wilayah DIY.

Pertumbuhan ini berjalan beriringan dengan meningkatnya intensitas kompetisi padel di tingkat nasional. Dalam periode yang sama, PBPI Pusat rutin menggelar turnamen yang memperluas jenjang kompetisi atlet dari level lokal ke nasional.

Kombinasi antara ketersediaan infrastruktur dan aktivitas kompetisi inilah yang menjadi dasar penilaian International Padel Federation (FIP) dalam menunjuk Yogyakarta sebagai tuan rumah FIP Bronze Yogyakarta, yang akan berlangsung pada 18–24 Mei 2026 di Wii Social Hub, Jalan Kusumanegara No. 127, Umbulharjo.

Yogyakarta tidak terpilih tanpa proses. Dari sekitar 15 provinsi yang mengajukan diri, hanya tersedia 3–4 slot penyelenggaraan untuk Indonesia, dan DIY menjadi salah satu yang lolos seleksi tersebut.

Ketua Umum Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) DIY, R.M. Gusthilantika Marrel Suryokusumo. Foto: Dok.Istimewa

Ketua Umum PBPI DIY, R.M. Gusthilantika Marrel Suryokusumo, menyebut kepercayaan ini merupakan akumulasi dari ekosistem padel yang mulai terbentuk dalam beberapa tahun terakhir.

“Sejak 2024 hingga 2026, event nasional yang digelar PBPI Pusat menjadi jenjang penting bagi atlet. Dari situ, kesiapan menuju level internasional mulai terlihat,” ujarnya, dikutip dari rilis Senin (13/4).

Selain faktor olahraga, Yogyakarta juga dinilai memiliki kesiapan sebagai kota penyelenggara. Statusnya sebagai destinasi pariwisata yang terbiasa menggelar event berskala besar menjadi pertimbangan tambahan.

FIP Bronze Yogyakarta akan diikuti atlet dari berbagai negara, termasuk Spanyol, Argentina, serta sejumlah negara Eropa dan Asia. Kehadiran ini membuka kesempatan bagi atlet lokal untuk bertanding di level internasional tanpa harus ke luar negeri.

“Tidak perlu keluar dari Indonesia. Kompetisi internasional dengan level tinggi kini bisa diakses di Yogyakarta,” kata Marrel.

Di luar pertandingan, kehadiran event ini juga diproyeksikan memberi dampak ekonomi, terutama pada sektor perhotelan, kuliner, dan UMKM, seiring masuknya atlet dan pengunjung dari luar daerah maupun mancanegara.