Kumparan Logo
Konten Media Partner

PHRI DIY: 5-10 Persen Wisman Batal ke Jogja Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi wisatawan mancanegara (wisman) sedang naik becak di Yogyakarta. Foto: Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wisatawan mancanegara (wisman) sedang naik becak di Yogyakarta. Foto: Antara Foto

Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Yogyakarta.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, menyebut sekitar 5–10 persen wisman yang berencana berkunjung ke Jogja memilih menunda atau membatalkan perjalanan akibat terganggunya transportasi udara.

“Abu vulkanik Krakatau tentunya berdampak bagi kita, terutama yang transportasi udara. Wisman yang akan ke Jogja ada yang menunda dan cancel berkisar 5 sampai 10 persen,” kata Deddy dihubungi Pandangan Jogja, Rabu (9/8).

Deddy mengatakan PHRI DIY masih menghimpun data riil dari para anggotanya terkait dampak erupsi terhadap kunjungan wisatawan. Kondisi tersebut terjadi saat tingkat okupansi hotel di DIY masih berada pada kisaran 5–25 persen per 7 September 2026, yang juga merupakan periode low season.

Di tengah gangguan penerbangan, sebagian wisatawan juga ada yang memilih memperpanjang masa tinggal di Yogyakarta karena harus melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan berikutnya menggunakan transportasi darat. Namun, Deddy menyebut jumlah wisatawan yang memperpanjang masa tinggal tersebut tidak banyak.

Saat ini, PHRI DIY kata dia fokus membidik wisatawan domestik maupun wisman dari daerah lain yang dapat menuju Yogyakarta melalui jalur darat. Pelaku usaha juga menyiapkan penawaran harga khusus serta tambahan fasilitas, seperti makan siang dan makan malam.

Deddy berharap Pemda DIY tetap melakukan promosi pariwisata dan memastikan informasi mengenai kondisi Yogyakarta tersampaikan kepada calon wisatawan.

“Harapan kita Pemda DIY harus tetap adakan promosi dengan berbagai cara dan bisa memberikan informasi bahwa DIY aman nyaman dikunjungi,” katanya.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardiyanto, mengatakan gangguan penerbangan juga menyebabkan perjalanan wisatawan mengalami rescheduling, reroute, hingga pembatalan.

“Dampak rescheduling dan reroute pasti terjadi, baik penerbangan internasional yang menuju Cengkareng, atau penerbangan domestik yang ke dan dari Cengkareng serta transit ikutan. Sehingga ada yang menjadi cancel dan rescheduling,” ujar Bobby.

Menurut Bobby, sebagian wisatawan yang terdampak memilih beralih menggunakan moda transportasi darat seperti kereta, bus, maupun travel. Namun, apabila gangguan penerbangan berlangsung lama, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kerugian bagi pelaku pariwisata karena adanya pembatalan, penjadwalan ulang, dan pengalihan rute perjalanan.

“Kalau ini agak berlangsung lama pasti dampak kerugian pasti terjadi, baik sisi cancel data rescheduling dan reroute yang menyebabkan beban operasional perjalanan menjadi lebih tinggi,” katanya.

Penulis: Hanik Maria Ulva