Kumparan Logo
Konten Media Partner

PIONIR UGM 2025: Bukan Ospek tapi Inisiatif dan Aksi Mini KKN di Daerah Sekitar

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
10.629 mahasiswa baru program sarjana dan sarjana terapan mengikuti upacara pembukaan Pengembangan Inisiatif dan Orientasi Mahasiswa Baru (PIONIR) UGM 2025 di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Senin (4/8). Foto: Dok. UGM
zoom-in-whitePerbesar
10.629 mahasiswa baru program sarjana dan sarjana terapan mengikuti upacara pembukaan Pengembangan Inisiatif dan Orientasi Mahasiswa Baru (PIONIR) UGM 2025 di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Senin (4/8). Foto: Dok. UGM

Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi membuka kegiatan Pengembangan Inisiatif dan Orientasi Mahasiswa Baru (PIONIR) 2025 di Lapangan Pancasila, Senin (4/8). Sebanyak 10.629 mahasiswa baru program sarjana dan sarjana terapan mengikuti acara yang menandai dimulainya rangkaian orientasi selama dua pekan.

“Dengan bangga kami menyambut kedatangan adik-adik semua sebagai mahasiswa yang terpilih untuk menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Gadjah Mada,” kata Rektor UGM, Ova Emilia, dalam sambutannya di hadapan ribuan mahasiswa.

Tahun ini, UGM menerima 8.728 mahasiswa program sarjana dan 1.901 mahasiswa program sarjana terapan. Dari jumlah tersebut, 1.028 mahasiswa atau 9,67 persen merupakan penerima bantuan KIP Kuliah.

Mahasiswa baru UGM 2025 berasal dari seluruh provinsi di Indonesia, termasuk 32 mahasiswa asing dari India, China, Pakistan, Malaysia, dan Timor Leste.

PIONIR 2025 Angkat Nilai Inisiatif

Rektor UGM, Ova Emilia dan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X turut hadir dalam upacara pembukaan PIONIR UGM 2025, Senin (4/8). Foto: Pandangan Jogja

PIONIR tahun ini mengusung tema “Kontribusi Gadjah Mada Muda, Gemilang Cita Indonesia” dengan tiga nilai utama: inisiatif, keistimewaan Yogyakarta, dan kepedulian sosial.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie Sujito, menegaskan bahwa inisiatif menjadi ruh utama PIONIR 2025.

“PIONIR itu sebetulnya adalah satu ide yang mengedepankan tentang inisiatif. Karena melalui inisiatif itu, sesuatu apa pun bisa terjadi,” ujarnya kepada Pandangan Jogja, Selasa (29/7).

Bagi Arie, inisiatif adalah kunci perubahan dan menjadi antitesis dari sikap apatis yang sering dilekatkan pada generasi muda.

“Makanya kan karena ada banyak kritik terhadap Gen Z itu kan apatis. Nah, (inisiatif) ini (adalah) antitesis apatisme. Inisiatif, PIONIR ini adalah antitesis apatisme,” tegasnya.

instagram embed

Perubahan nama dari Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB) menjadi PIONIR bukan sekadar modifikasi istilah. Menurut Arie, hal ini mencerminkan pergeseran filosofi orientasi mahasiswa baru di UGM: dari sekadar pengenalan kampus menjadi pembentukan karakter mahasiswa yang berani memulai sesuatu tanpa disuruh.

“Nama PIONIR ini sebetulnya adalah bagian dari istilah yang kami buat untuk merangkai, mengambil inisiatif itu. […] dia (mahasiswa) harus berani membuat buat usulan baru, bisa mengambil sesuatu (sebagai) perintis, kemudian memulai,” jelasnya.

Action Plan: Latihan Inisiatif di Lapangan, Mini KKN

Nilai inisiatif di PIONIR diterjemahkan ke dalam program Action Plan yang menjadi ciri khas orientasi mahasiswa baru UGM sejak 2018. Program ini mengajak mahasiswa baru mempraktikkan langsung nilai inisiatif di masyarakat.

Kegiatan Action Plan sebagai penutup rangkaian PIONIR UGM. Tahun ini, 10.629 mahasiswa baru UGM diterjunkan ke tiga kelurahan di Kabupaten Sleman dan lima kelurahan di Kota Yogyakarta. Foto: Dok. UGM

“Action plan itu menjadi satu rangkaian yang terkait dengan kegiatan pengenalan inisiatif mahasiswa baru di UGM. Harapannya kan mahasiswa itu tidak sekadar kemudian belajar teori di kelas. Tapi kemudian juga mahasiswa baru mampu mempraktikkan knowledge yang mereka peroleh di kelas itu dalam konteks implementasi atau sesuai dengan realitas yang ada di sekitarnya,” kata Plt. Direktur Kemahasiswaan UGM, Hempri Suyatna.

Tahun ini, mahasiswa diterjunkan ke delapan kelurahan: Caturtunggal, Condongcatur, dan Sinduadi di Kabupaten Sleman, serta Terban, Bumijo, Baciro, Cokrodiningratan, dan Gowongan di Kota Yogyakarta. Mereka akan berinteraksi langsung dengan warga, memetakan potensi, mengenali masalah, dan merancang kegiatan yang memberi manfaat nyata.

“Jadi mahasiswa harus peka, harus peduli terhadap masyarakat yang ada di sekitarnya. Harus srawung, harus kemudian komunikasi dengan interaksi dan interaksi sosial dengan masyarakatnya,” tambah Hempri.

Kegiatan Action Plan selaras dengan isu-isu Sustainable Development Goals (SDGs). Pada tahun-tahun sebelumnya, program ini meliputi kampanye hidup bersih, edukasi anak, pengelolaan sampah, hingga kegiatan budaya.

"Jadi banyak yang menyebut, Action Plan ini Mini KKN," kata Hempri.

Perkenalkan Keistimewaan Jogja

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menyampaikan sambutan padaupacara pembukaan PIONIR UGM 2025, Senin (4/8). Foto: Pandangan Jogja

Selain mengasah inisiatif, PIONIR juga memperkenalkan mahasiswa pada nilai keistimewaan Yogyakarta. Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, mengajak mahasiswa baru memanfaatkan waktu kuliah untuk memperdalam keterampilan kolaborasi, kecerdasan emosional, dan kepemimpinan berbasis nilai.

“Yogyakarta bukan hanya kota pendidikan tetapi juga kota budaya yang kaya dengan nilai-nilai toleransi dan keberagaman,” pesannya.

PIONIR melibatkan 676 mahasiswa panitia, lebih dari 300 dosen, dan 200 tenaga kependidikan. Para dosen menyusun materi, mahasiswa senior menjadi eksekutor kegiatan, sedangkan tenaga kependidikan menangani aspek teknis, mulai dari kebersihan, teknologi, hingga kehumasan.

Koordinator Task Force PIONIR 2025, Ananto Triyogo, mengatakan kolaborasi ini menjadi teladan langsung bagi mahasiswa baru tentang pentingnya kerja sama lintas disiplin.

“Dari 676 (mahasiswa panitia), ada satu Koordinator Umum yang itu terus berkomunikasi dengan kami. Ada (juga) koordinator divisi, kemudian ada subkoordinator, kemudian ada staf. Nah, jadi ada layering begitu ya untuk berkomunikasi, berkoordinasi dan semua berjalan dengan baik,” jelasnya.