Populasi Turun 40 Persen, Status Monyet Naik dari Rentan ke Terancam Punah

Konten Media Partner
22 Juli 2022 13:18
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Anak monyet ekor panjang yang dijual di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty). Foto: Widi RH Pradana
zoom-in-whitePerbesar
Anak monyet ekor panjang yang dijual di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty). Foto: Widi RH Pradana
ADVERTISEMENT
Lembaga Konservasi Internasional (IUCN), meningkatkan status konservasi monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dari yang sebelumnya rentan (vulnerable) menjadi terancam punah (endangered). Peningkatan status kepunahan itu dilakukan setelah IUCN melakukan penilaian terhadap populasi monyet ekor panjang pada 7 Maret 2022.
ADVERTISEMENT
Pada laman iucnredlist.org, disebutkan bahwa monyet ekor panjang mengalami penurunan populasi yang ekstrem. Diperkirakan, populasinya menurun sekitar 40 persen dalam tiga generasi terakhir atau sekitar 42 tahun.
“Dan tingkat penurunan populasi akan meningkat menjadi setidaknya 50 persen dalam tiga generasi berikutnya,” tulis IUCN dalam laman resminya.
Dari penilaian populasi sebelumnya, diperkirakan populasi monyet ekor panjang di seluruh dunia pada 1980-an mencapai 5 juta individu. Namun, pada awal millennium ini diperkirakan populasinya telah menurun menjadi sekitar 3 juta individu.
Dengan kondisi degradasi lingkungan dan habitat yang terus meningkat, maka IUCN memprediksi penurunan populasi ini akan terus terjadi hingga melampaui 50 persen selama tiga generasi mendatang.
Di beberapa daerah memang terjadi kepadatan populasi yang tinggi, namun daerah tersebut sangat kecil. Populasi di daerah tersebut juga mulai terancam karena dipengaruhi banyaknya interaksi negatif antara manusia dengan monyet ekor panjang yang mengarah ke pemusnahan dan penangkapan.
ADVERTISEMENT
“Sebaliknya, di daerah lain ada laporan penurunan lokal yang signifikan dan bahkan menghilang total,” lanjutnya.
Anak monyet ekor panjang yang dijual di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty). Foto: Widi RH Pradana
zoom-in-whitePerbesar
Anak monyet ekor panjang yang dijual di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty). Foto: Widi RH Pradana
Penurunan yang terjadi secara signifikan itu misalnya di Kamboja, Laos, dan Bangladesh. Di Laos, populasinya hanya tinggal 300 sampai 500 individu saja, turun 90 persen sejak tahun 2011. Di Kamboja, di daerah yang dilakukan pemantauan secara rutin, populasinya juga telah menurun sebesar 50 persen dalam sepuluh tahun terakhir.
Konflik antara monyet ekor panjang dengan manusia di sejumlah daerah juga membuat monyet ini seringkali dianggap sebagai hama. Meski interaksi antara manusia dengan monyet sebenarnya sudah terjadi selama ribuan tahun, tapi interaksi itu mengalami peningkatan dan cenderung ke arah interaksi yang negatif seiring dengan habitat yang terus terdegradasi.
ADVERTISEMENT
“Di Malaysia saja, 493.823 individu monyet ekor panjang dimusnahkan sejak 2011 sampai 2018, karena laporan yang menyebut mereka berkonflik dengan manusia,” tulis IUCN.
Pemusnahan dan penangkapan secara terus menerus ini kemungkinan besar akan berdampak pada populasi monyet ekor panjang. Tak hanya itu, hal ini juga sangat mungkin berdampak pada demografi dan perilaku kelompok monyet yang tersisa.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020