Kumparan Logo
Konten Media Partner

Produktivitas 9,8 Ton per Hektare, Padi Hasil Mutan Rojolele Dilepas ke Publik

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Padi Gamagora 7 yang ditanam di lahan tadah hujan. Foto: Dok. UGM
zoom-in-whitePerbesar
Padi Gamagora 7 yang ditanam di lahan tadah hujan. Foto: Dok. UGM

Padi jenis 'amfibi' yang memiliki nama Gamagora 7 dilepas resmi dilepas ke publik setelah mengantongi surat keputusan (SK) persetujuan varietas dari Menteri Pertanian pada 28 Maret 2023 kemarin. Produktivitas padi jenis baru ini bisa mencapai 9,80 ton per hektare dengan rata-rata produksi 7,95 ton per hektare.

Padi ini dihasilkan oleh peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yang sudah memulai penelitiannya sejak 2006 silam. Salah seorang peneliti, Taryono, menjelaskan bahwa Gamagora 7 merupakan hasil radiasi mutan dari padi induknya, Rojolele yang terkenal sebagai padi dengan rasa yang pulen.

"Padi ini jadi varietas ketiga yang pernah diluncurkan oleh UGM,” kata Taryono, Kamis (30/3).

Sebagai padi varietas unggul, Gamagora 7 memiliki potensi produksi mencapai 9,80 ton per hektar. Sedangkan rata-rata hasil kurang lebih 7,95 ton per hektar. Sementara itu, umur panen sekitar 119 hari setelah semai.

Ilustrasi tanaman padi. Foto: Widi RH Pradana

Dengan produktivitas yang cukup tinggi, padi varietas baru ini menurut dia dapat menyiasati penurunan produksi padi di Indonesia yang diakibatkan oleh perubahan iklim global seperti el-nino dan el-nina, serta karena alih fungsi lahan pertanian yang dalam tiap tahun mencapai angka 100 ribu hektare.

" Apalagi padi Gamagora 7 memiliki ketahanan terhadap hama wereng batang cokelat biotipe 2 dan memiliki ketahanan terhadap penyakit hawar daun bakteri patotipe III, penyakit ledakan ras 033, ras 073, dan ras 133," ujarnya.

Padi jenis baru ini juga bisa ditanam di lahan sawah maupun tadah hujan, hal itulah yang membuatnya disebut jenis amfibi. Karena bisa ditanam di dua kondisi lahan yang berbeda ini membuat padi jenis ini lebih mudah untuk ditanam dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

"Harapannya Gamagora 7 ini dapat meningkatkan ketahanan pangan karena memiliki keunggulan potensi hasil produksi yang tinggi dan memiliki ketahanan terhadap hama wereng dan penyakit serta cocok ditanam pada lahan sawah. maupun tadah hujan," kata Taryono.