Kumparan Logo
Konten Media Partner

PT KAI Layangkan SP3, Warga Lempuyangan Minta Waktu untuk Rayakan Agustusan

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Juru bicara warga Lempuyangan, Antonius Fokki Ardiyanto. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti
zoom-in-whitePerbesar
Juru bicara warga Lempuyangan, Antonius Fokki Ardiyanto. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti

PT Kereta Api Indonesia (KAI) melayangkan surat peringatan ketiga (SP3) kepada warga Tegal Lempuyangan, Kota Yogyakarta, terkait pengosongan dan pembongkaran bangunan. SP3 tersebut teregister pada 12 Juni dan memberi tenggat waktu maksimal tujuh hari setelah surat diterima warga.

Menanggapi surat itu, warga mendatangi Kantor KAI Daop 6 Yogyakarta pada Selasa (17/6) dan meminta penundaan eksekusi. Mereka berharap masih diberi waktu untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI untuk terakhir kalinya di tempat tinggal mereka.

“Kita masih meminta dengan penuh kerendahan hati,” ujar juru bicara warga, Antonius Fokki Ardiyanto, usai pertemuan dengan pihak KAI, Selasa (17/6).

Warga Lempuyangan mendatangi kantor PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Selasa (17/6). Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti

“Supaya warga diberi kesempatanlah untuk bisa merayakan dari kemerdekaan Republik Indonesia yang terakhir-akhirnya di tanah kelahirannya, dia sejak lahir sampai sekarang ini,” lanjutnya.

Fokki menegaskan bahwa apabila permintaan itu dipenuhi, warga tidak akan menghalangi proses lanjutan dari PT KAI.

“Setelah itu terserah KAI mau ngapain,” katanya.

Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti

Pihak KAI Daop 6 Yogyakarta menyatakan akan menyampaikan permintaan warga ke pimpinan. Namun, proses penertiban tetap akan berjalan sesuai prosedur.

“Kami akan usulkan ke pimpinan, namun kami tetap sesuai prosedur, penertiban akan dilakukan setelah SP3 habis masa waktunya,” kata Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih.

“Akan kita infokan kepada warga (terkait permintaan peringatan 17 Agustus terakhir) sebelum tenggat waktu SP3-nya selesai,” tambahnya.