Ramai Kabar Anggota BEM FMIPA UNY Lakukan Kekerasan Seksual, Dekanat Selidiki
ยทwaktu baca 2 menit

Kabar dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh salah seorang anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ramai di media sosial X. Dekan FMIPA UNY, Dadan Rosana, mengatakan pihak dekanat masih menyelidiki kebenaran kasus tersebut karena ada indikasi hoaks atau fitnah.
Kabar itu mencuat setelah salah seorang yang mengaku sebagai salah seorang mahasiswa UNY mengaku menjadi korban kekerasan seksual. Ia mengaku melalui akun X @UNYmfs pada Kamis (9/11) malam.
Melalui akun tersebut, ia mengaku mengalami pelecehan seksual sejak Oktober sampai saat ini. Ia juga mengunggah bukti chat yang berisi ancaman dari pelaku yang ingin menyebar foto dan video pribadi miliknya.
Bahkan, dalam chat tersebut terdapat ancaman pelaku untuk memerkosa korban.
Setelah viral, unggahan tersebut kini sudah dihapus. Namun sejumlah akun X lain telah mengunggah kembali tangkap layar unggahan tersebut.
Menanggapi dugaan salah satu anggotanya menjadi pelaku kekerasan seksual, BEM FMIPA UNY melalui akun instagramnya, @bemfmipauny, memberikan pernyataan sikap bahwa sedang menindaklanjuti dugaan kasus tersebut.
"Sedang kami tindak lanjuti sebagaimana mestinya. Perkembangan informasi akan kami sampaikan sesegera mungkin," tulis @bemfmipauny, Kamis (9/10).
Pandangan Jogja telah menghubungi Ketua BEM FMIPA UNY, Doni Setyawan untuk meminta konfirmasi lebih lanjut terkait kasus tersebut. Namun, Doni sampai saat ini belum memberikan respons apapun.
Saat Pandangan Jogja mendatangi Sekretariat BEM UNY pada Jumat (10/11) sekitar pukul 10.00 WIB, sekretariat juga tampak sepi dengan pintu yang terkunci.
Sementara itu, dihubungi terpisah, Dekan FMIPA UNY, Dadan Rosana, mengatakan bahwa saat ini pihak dekanat masih melakukan penyelidikan terkait dengan sumber informasi tersebut.
Pasalnya, menurutnya ada indikasi bahwa informasi tersebut merupakan berita bohong.
"Saat ini kami masih menyelidiki sumber informasinya, karena terindikasi berita hoaks yang segera dihapus di Instagram," kata Dadan saat dihubungi Pandangan Jogja, Jumat (10/11).
Selain berusaha melacak pemberi informasi tersebut, Jumat ini dekanat FMIPA menurut dia juga akan bertemu dengan terduga pelaku yang dituduh melakukan kekerasan seksual.
"Nanti pelaku terduga bersedia dikonfirmasi," ujarnya.
