Kumparan Logo
Konten Media Partner

Rektor UMY Menilai Demokrasi Mulai Jauh dari Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rektor UMY, Gunawan Budiyanto. Foto: Arif UT/Pandangan Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Rektor UMY, Gunawan Budiyanto. Foto: Arif UT/Pandangan Jogja

Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Gunawan Budiyanto, menilai proses demokrasi saat ini mulai menjauhi cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Hal itu ia sampaikan setelah Dewan Guru Besar dan civitas academica UMY pada Sabtu (3/2) menyampaikan pernyataan sikap tentang situasi negara yang semakin memprihatinkan di masa-masa Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sekarang.

“Saya melihatnya (demokrasi) mulai jauh dari cita-cita kemerdekaan Indonesia,” kata Gunawan, Sabtu (3/2).

kumparan post embed
kumparan post embed

Karena itu, kampus menurutnya perlu ikut terlibat dalam upaya mengembalikan demokrasi di Indonesia kembali ke cita-cita tersebut, salah satunya melalui pernyataan sikap yang telah disampaikan civitas academica UMY, juga beberapa kampus lain sebelumnya.

“Jadi kita bukan partisan. Sangat tidak pantas kalau kampus itu menjadi partisan, jadi kampus itu menjadi social control terhadap pelaksanaan berbangsa dan bernegara,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan jika pernyataan sikap yang disampaikan UMY menjadi bentuk keprihatinan civitas academica terhadap pelaksanaan pemilu yang berlangsung sekarang.

“Marilah kita kembali kepada kesetiaan kita, etika untuk selalu mengedepankan bagaimana kita patuh kepada konstitusi,” ujar Gunawan Budiyanto.