Kumparan Logo
Konten Media Partner

Resmi Dibuka, 2.000 Atlet Pelajar akan Perebutkan 1.081 Medali di POPDA DIY 2026

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
2.000 atlet pelajar dari seluruh DIY akan bertanding dalam POPDA DIY 2026. Foto Pandangan Joga/Gigih Imanadi Darma
zoom-in-whitePerbesar
2.000 atlet pelajar dari seluruh DIY akan bertanding dalam POPDA DIY 2026. Foto Pandangan Joga/Gigih Imanadi Darma

Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) DIY 2026 resmi dibuka di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Rabu (1/4). Lebih dari 2.000 atlet pelajar usia 10 hingga 18 tahun dari seluruh kabupaten/kota di DIY ambil bagian dalam ajang ini.

Sebanyak 33 cabang olahraga dipertandingkan dalam POPDA tahun ini, dengan total 1.081 medali yang diperebutkan. Kompetisi akan berlangsung hingga Minggu, 5 April 2026.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Gubernur DIY sekaligus Ketua KONI DIY, KGPAA Paku Alam X, didampingi jajaran pejabat daerah. Dalam sambutan Gubernur DIY yang dibacakan pada acara tersebut, POPDA disebut sebagai ajang strategis dalam pembinaan, pemetaan, dan pembibitan atlet pelajar.

“POPDA merupakan wadah penting untuk mencetak atlet andalan DIY dan Indonesia. Bertandinglah dengan sungguh-sungguh, namun tetap menjunjung tinggi disiplin dan sportivitas,” kata Sultan HB X, disampaikan oleh KGPAA Paku Alam X, Rabu (1/4)

Pembukaan POPDA DIY 2026 di GOR Amongrogo, Yogya, Rabu (1/4). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Kepala Balai Pemuda dan Olahraga Disdikpora DIY, Arfi Hidananto, mengatakan peserta POPDA berasal dari jenjang SD hingga SMA, dengan dominasi siswa SMP dan SMA.

“Total atletnya sekitar 2.000 lebih, dari seluruh kabupaten/kota di DIY. Ini event tahunan untuk pelajar usia 10 sampai 18 tahun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari total 33 cabang olahraga yang dipertandingkan, terdiri dari 32 cabang utama dan satu subcabang, yakni voli pasir sebagai pelengkap nomor voli indoor.

Sejumlah cabang olahraga andalan DIY yang dipertandingkan antara lain voli, panjat tebing, panahan, serta cabang bela diri seperti taekwondo dan karate. Selain itu, cabang yang mulai berkembang seperti anggar juga turut dipertandingkan.

Kepala Balai Pemuda dan Olahraga Disdikpora DIY, Arfi Hidananto. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Seluruh pertandingan digelar di berbagai venue yang tersebar di lima wilayah DIY, meliputi Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.

Menurut Arfi, POPDA tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga tolok ukur pembinaan olahraga pelajar di DIY sekaligus sarana penjaringan atlet potensial untuk diproyeksikan ke tingkat nasional.

“Harapannya POPDA ini berjalan lancar dan mampu melahirkan atlet-atlet pelajar berprestasi sebagai regenerasi bagi DIY di kancah nasional,” katanya.