News
·
1 April 2021 17:02

Resolusi Jombor Minta DPR Terbitkan Undang-undang tentang Aksara Nusantara

Konten ini diproduksi oleh Pandangan Jogja
Resolusi Jombor Minta DPR Terbitkan Undang-undang tentang Aksara Nusantara (2210)
searchPerbesar
Resolusi Jombor pada Selasa (30/3) dihadiri oleh 70-an pegiat Aksara Jawa dan Aksara Nusantara di Yogyakarta. Foto: Venzha Christ
Aksara-aksara nusantara diperkirakan segera punah jika tidak ada intervensi yang dilakukan oleh negara. Meski penutur bahasa daerah nusantara sampai saat ini masih banyak, namun penggunaan aksara daerah sudah sangat jarang.
ADVERTISEMENT
Untuk menjaga aksara nusantara dari kepunahan bahkan memungkinkan perkembangannya dalam mengikuti zaman, sejumlah organisasi dan komunitas aksara Jawa di Yogyakarta menyerukan apa yang mereka sebut sebagai Resolusi Jombor.
Koordinator acara, Imam Samroni saat membacakan resolusi di hadapan 70-an peserta acara, mengatakan bahwa ada dua pernyataan utama Resolusi Jombor.
Pertama, di dalam naskah Jawa, Aksara Jawa bukan melulu perkara estetika tata tulis namun berdasar pada keseimbangan ekologi dan kepastian kosmologi.
“Untuk itu, kami bersikap bahwa Aksara Jawa bersama Aksara-Aksara Nusantara adalah kode kekuatan dan pertahanan Nusantara untuk mengelola linimasa keberlanjutan Tanah-Air Indonesia,” tandasnya.
Kedua, warga akan semakin tersisih jika tidak bisa tumbuh dan berkembang dalam menggunakan Aksara Jawa dan Aksara-Aksara Nusantara.
ADVERTISEMENT
“Oleh karena itu, kami menyampaikan aspirasi untuk terbitnya Undang- Undang tentang Aksara-Aksara Nusantara sebagai bagian dari Strategi Kebudayaan Indonesia 1945-2045,” kata Imam.
Imam menyinggung bahwa, ihwal ketersediaan Aksara Jawa di dalam perangkat komunikasi berbasis Internet bahkan telah didukung oleh Unesco dengan penetapan Javanese (Aksara Jawa) ke Unicode Standard UNESCO pada 2 Oktober 2009.
Resolusi Jombor Minta DPR Terbitkan Undang-undang tentang Aksara Nusantara (2211)
searchPerbesar
Para penggagas seruan Resolusi Jombor berfoto bersama seusai acara. Foto: Sinarendra Krisna.
Gus Muwafiq sebagai fasilitator acara mengatakan bahwa apa yang menjadi kegelisahan para pegiat Aksara Jawa maupun Aksara Nusantara secara umum, sebenarnya juga menjadi kegelisahan warga nusantara. Yakni, apa yang digelisahkan sebagai jati diri bangsa dan karakter kuat yang menjadi fondasi dalam menjawab tantangan hebat zaman.
“Masalah lingkungan, energi, pangan, itu jadi masalah global hari ini. Dan justru di saat masalah besar itu datang kita makin mengerti bahwa ada kekuatan besar yang disimpan dalam Aksara Nusantara untuk menjawab itu semua,” kata Muwafiq.
ADVERTISEMENT
Standar etik dan perilaku sebuah bangsa, menurut Muwafiq tersimpan dalam kode-kode bahasa yang jika kode bahasa oral bisa cepat tergantikan, kode bahasa tulis dalam hal ini aksara, mampu menerobos ratusan, ribuan, bahkan jutaan tahun.
“Kekuatan aksara adalah kemampuannya menyimpan kode etik tentang cara hidup. Disimpan dalam teks-teks kuno yang menembus zaman. Nah, kalau aksaranya punah, teks kuno itu jadi tidak bisa dibaca padahal itulah sejatinya kekuatan sebuah bangsa yang lahir dan dibesarkan ribuan tahun menghadapi segala tantangan alam maupun hubungan antar manusia. Maka negara harus berinisiatif, dalam hal ini ya terbitkan UU dulu,” papar Muwafiq.
Resolusi Jombor Minta DPR Terbitkan Undang-undang tentang Aksara Nusantara (2212)
searchPerbesar
Sejumlah pengisi acara yang mendampingi tausiyah Gus Muwafiq dan pembacaan Resolusi Jombor oleh Imam Samroni. Foto: potongan undangan.
Bertajuk Resolusi Jombor dan Tausiyah Kebangsaan; Merajut Indonesia 2021 – 2045, acara dikoordinir oleh Geberjawa Semesta Mahardika, dan berlangsung pada Selasa (30/3) di Pendopo Jombor Pratama dengan Gus Muwafiq bertindak sebagai tuan rumah sekaligus pengisi tausiyah (siar agama). Penyair asal Magelang, Rekki Zakkia membacakan puisi, pengisi acara lain di antaranya, Koh Hwat sastrawan Jawa keturunan Thionghoa; Nur Ahmad Afandi, Direktur PT Taru Martani, dan Heru Nuhroho, Dewan Pengurus PANDI.
ADVERTISEMENT
Sejumlah organisasi dan komunitas yang mendukung penuh Resolusi Jombor di antaranya, Komunitas Aksara Sego Jabung, Java Holic Genk Kobra Community, Sanggar Iqra Hanacaraka, Lembaga Cahaya Nusantara, KBM Wijaya Kusuma, Lingkar Antar Nusa, Jangka Mataram, dan Sekolah Riset Satu Kata. (ESP / YK-1)