RI Raih Emas di Olimpiade, Kompetisi Panjat Tebing di DIY Akan Diperbanyak
·waktu baca 2 menit

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Djoko Pekik Irianto, menyebut dua medali emas yang diraih atlet Indonesia di Olimpiade Paris 2024 berdampak positif bagi pembinaan atlet di daerah, termasuk di DIY.
Hal itu terutama berdampak pada cabang olahraga panjat tebing yang selama ini masih dipandang sebelah mata.
“Tentu membawa dampak yang positif, mentrigger, memotivasi para atlet, utamanya dalam hal ini panjat tebing yang selama ini dalam pembinaan di nasional itu masih dipandang sebelah mata,” kata Djoko Pekik kepada Pandangan Jogja, Jumat (9/8).
Tak hanya memotivasi para atlet untuk lebih gigih berlatih, medali emas Olimpiade ini menurut Djoko juga akan membuat organisasi keolahragaan, utamanya Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) di level kabupaten/kota maupun provinsi lebih masif melakukan pembinaan.
“Yang akan dilakukan adalah peningkatan kualitas dan kuantitas kompetisi. Kalau kompetisinya banyak, berkualitas, maka para atlet akan terus berlatih untuk menjadi yang terbaik,” jelasnya.
Kompetisi menurutnya menjadi hal yang penting dalam pembinaan atlet, sebab kompetisi menjadi sarana untuk mengevaluasi kemampuan atlet.
“Tentu harus ditopang dengan ketersediaan anggaran yang cukup, karena pembinaan seorang atlet itu kan butuh biaya tinggi,” lanjutnya.
Di DIY, menurutnya ada beberapa sistem pembinaan atlet, pertama lewat jalur sekolah yang akan membina para siswa di level sekolah.
“Yang kedua adalah sistem reguler, yakni pembinaan yang berbasis pada klub, di atasnya ada Pengda, kemudian dikoordinir oleh KONI, yang nantinya ada multi-event PORDA, PORPROV, dan sebagainya,” ujar Djoko Pekik Irianto.
