Romo Magnis: Prabowo Presiden Terbaik Setelah Sukarno Jika Sukses Tumpas Korupsi
·waktu baca 2 menit

Rohaniawan Prof. Franz Magnis Suseno atau Romo Magnis menegaskan pentingnya kepemimpinan yang berpihak pada rakyat kecil sekaligus memberi pesan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini ia sampaikan dalam seminar nasional bertema “Menavigasi Perubahan: Bisnis-Ekonomi Berkelanjutan Menuju Indonesia Maju” di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Selasa (16/9), sebagai rangkaian Dies Natalis ke-60 kampus tersebut.
“Pemerintah yang baik berarti yang secara efektif membuat orang Indonesia, termasuk mereka yang berpendapatan rendah, merasa aman dan diperhatikan,” kata Romo Magnis.
Ia menekankan bahwa kunci pembangunan berkelanjutan terletak pada perwujudan nyata sila ketiga dan kelima Pancasila: persatuan dan keadilan sosial.
Magnis juga menyinggung pertemuannya bersama Gerakan Nurani Bangsa (GNB) dengan Presiden Prabowo pekan lalu di Istana Kepresidenan. Ia menyebut forum itu lebih banyak diisi oleh penjelasan panjang Presiden. “Saya tidak keberatan mendengarkan pemimpin saya, tetapi pertanyaannya, apakah beliau mendengarkan?” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Magnis juga mengaku menyampaikan pesan langsung kepada Prabowo. “Kalau Bapak berhasil menumpas korupsi dan pembusukan demokrasi, serta membuat orang kecil merasa Indonesia itu negara mereka, Anda akan menjadi presiden terbaik sesudah Sukarno,” ucapnya.
Seminar nasional ini juga menghadirkan pembicara lain, yakni eks Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis (2020–2024) Yustinus Prastowo, praktisi bisnis Antonius Nurdianto, dan akademisi Fakultas Ekonomi UAJY Aloysious Gunadi Barata.
Wakil Rektor II UAJY, Samiaji Sariosa, dalam sambutannya menegaskan bahwa isu keberlanjutan telah lama menjadi perhatian serius di kampus. “Kami di Universitas Atma Jaya Yogyakarta mengangkat isu berkelanjutan ini sebagai sesuatu yang perlu dibicarakan secara serius. Harapan kami, ini bisa menjadi pengingat dan panduan untuk meneruskan langkah menuju Universitas Laudato Si’ yang sesungguhnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan pengembangan UAJY ke depan menekankan tiga dimensi, yakni pertobatan ekologi, sosial, dan ekonomi. Pertobatan ekologi berarti mengubah cara pandang agar lebih ramah lingkungan; pertobatan sosial diarahkan pada membangun komunitas yang peduli dan inklusif; sementara pertobatan ekonomi menekankan etika dan keberlanjutan dalam praktik bisnis.
Seminar ini diikuti ratusan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, akademisi, hingga pengusaha.
