Kumparan Logo
Konten Media Partner

Sanata Dharma, Kampus Katolik di Jogja tapi Gelar Bukber hingga Undang Ustaz

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Buka puasa bersama yang digelar Universitas Sanata Dharma, Selasa (10/3), di Ground Floor Gedung Utama Kampus III Paingan. Foto: Pandangan Jogja/Yusuf Hayy
zoom-in-whitePerbesar
Buka puasa bersama yang digelar Universitas Sanata Dharma, Selasa (10/3), di Ground Floor Gedung Utama Kampus III Paingan. Foto: Pandangan Jogja/Yusuf Hayy

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta menggelar buka puasa bersama pada Selasa (10/3) di Ground Floor Gedung Utama Kampus III Paingan, Maguwoharjo. Kegiatan ini diikuti mahasiswa dan civitas akademika dari berbagai latar belakang agama.

Rektor Universitas Sanata Dharma, Romo Albertus Bagus Laksana, mengatakan kegiatan buka puasa bersama telah lama menjadi tradisi di kampus tersebut, meskipun Sanata Dharma merupakan kampus Katolik.

“Sudah berpuluh-puluh tahun ini (buka puasa bersama),” ungkapannya pada tim Pandangan Jogja, Selasa (10/3).

Peserta buka puasa bersama berasal dari mahasiswa dan civitas akademika dengan berbagai latar belakang agama. Foto: Pandangan Jogja/Yusuf Hayy

“Kita ingin duduk bersama sebagai manusia apapun golongan dan agamanya itu menjadi spirit, memang spirit asli dari Sanata Dharma,” tambahnya.

Ia menjelaskan kegiatan semacam ini juga menjadi bagian dari upaya kampus membangun ruang dialog dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi lain di Yogyakarta.

“Universitas mendatangkan pembicara dari luar, dari sahabat-sahabat kita di UIN atau UMY atau UII, UAD kampus-kampus muslim juga di sekitar sini,” katanya.

Ustaz Arif Nur Safri dari UIN Sunan Kalijaga berfoto bersama para suster usai mengikuti kegiatan buka puasa bersama. Foto: Pandangan Jogja/Yusuf Hayy

Acara buka bersama diawali dengan penampilan hadroh dan tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Arif Nur Safri dari UIN Sunan Kalijaga. Mahasiswa dan civitas akademika mengikuti rangkaian kegiatan hingga waktu berbuka.

Dalam ceramahnya, Ustaz Arif Nur Safri mengulas makna puasa. Topik ini menjadi relevan karena pelaksanaan Ramadan tahun ini bertepatan dengan masa Prapaskah, saat umat Katolik juga menjalani puasa.

Mahasiswa Universitas Sanata Dharma, Febyola Silaban, mengatakan dirinya baru pertama kali mengikuti kegiatan buka puasa bersama dengan mahasiswa Muslim.

Mahasiswa Universitas Sanata Dharma, Febyola Silaban, menjadi salah satu peserta buka puasa bersama. Foto: Pandangan Jogja/Yusuf Hayy

“Ya, jujur saja ini pertama ya atau perdana saya mengikuti buka bareng bersama Saudara Muslim,” katanya.

Ia mengaku merasakan pengalaman baru ketika mengikuti rangkaian kegiatan sebelum berbuka, termasuk mendengarkan tausiyah dan melihat proses ibadah yang dijalankan umat Muslim.

“Saya bahagia dan juga terharu terutama bisa mendengarkan ceramah bapak Ustad dan juga melihat mereka tadi apa ya? Salat ya. Ya, saya sangat terharu bahwa ya kita di sini sebagai satu keluarga membangun satu toleransi ya saling mendukung itu,” ujarnya.