Kumparan Logo
Konten Media Partner

Satpol PP: Pengemis di Yogya Ada Manajemen & Dikelola Profesional sebagai Bisnis

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi memberi uang ke pengemis. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memberi uang ke pengemis. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Noviar Rahmad, mengungkapkan adanya indikasi kuat bahwa gelandangan dan pengemis di wilayah DIY sengaja dikelola secara profesional sebagai kegiatan bisnis.

Pasalnya, dari kasus-kasus yang ditangani oleh Satpol PP, para gelandangan dan pengemis yang beroperasi di wilayah DIY ternyata saling terkoneksi satu sama lain.

“Misalnya saat kami melakukan razia di daerah Maguwoharjo, itu yang ada di wilayah lain pada tahu semua, mereka sudah saling terkoneksi karena mereka kan punya HP semua,” kata Noviar Rahmad saat dihubungi pada Selasa (8/8).

kumparan post embed

“Jadi ketika kami operasi di satu tempat nanti dia kasih tahu ke yang lain, Satpol PP razia, nanti dia menghindar semua,” lanjutnya.

Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad. Foto: Dok. DPRD DIY

Menurut Noviar, ada indikasi kuat bahwa para gelandangan dan pengemis yang ada di DIY memang dikoordinir dan dikelola secara profesional sebagai kegiatan bisnis.

“Ada koordinatornya, seperti manajemen jadi dikelola secara profesional. Indikasinya seperti itu,” ujarnya.

Namun, sulit untuk menangkap pihak yang mengkoordinir para gelandangan dan pengemis di DIY. Pasalnya, cara kerja mereka sangat rapi.

Satpol PP sendiri menurutnya hanya bertugas untuk menertibkan para pengemis yang ada di jalan. Namun untuk asesmen lebih lanjut merupakan kewenangan dari dinas sosial.

“Karena leading sector-nya untuk masalah pengemis itu kan dari Dinas Sosial, kami tugasnya penertiban. Dan mereka itu mainnya sangat rapi, jadi memang tidak mudah untuk mengungkapnya,” kata Noviar Rahmad.