Food & Travel
·
18 Mei 2021 15:12

Sayur Gulma Sudah Banyak Dijual di Supermarket, Ini 4 Jenis yang Paling Lezat

Konten ini diproduksi oleh Pandangan Jogja
Sayur Gulma Sudah Banyak Dijual di Supermarket, Ini 4 Jenis yang Paling Lezat (84399)
searchPerbesar
Bandotan salah satu jenis gulma yang sering dijadikan sebagai bahan pengobatan tradisional. Foto: keyslucidcentral.org
Gulma lebih dikenal sebagai musuh bagi petani. Tanaman-tanaman gulma dapat menjadi kompetitor tanaman-tanaman petani dalam mendapatkan sinar matahari, ruang, air, serta nutrisi sehingga bisa menghambat pertumbuhan tanaman. Namun di sisi lain, ternyata banyak sekali jenis gulma yang dapat dikonsumsi sebagai sayuran gulma (edible weeds). Bahkan saat ini beberapa jenis gulma sudah dijual di supermarket.
ADVERTISEMENT
Guru besar ilmu penyakit tumbuhan di Fakultas Pertanian UGM, Susamto Somowiyarjo, mengatakan ada puluhan bahkan mungkin ratusan jenis gulma yang bisa dikonsumsi. Tak hanya punya rasa yang enak, beberapa di antaranya bahkan memiliki manfaat yang mengagumkan untuk kesehatan.
“Bahkan rumput teki saja ternyata bisa dimakan dan khasiatnya banyak sekali,” kata Susamto Somowiyarjo saat dihubungi, Jumat (7/5).
Di tiap daerah, jenis gulma yang populer untuk dijadikan santapan tentu berbeda-beda, apalagi jika sudah berbicara preferensi tiap individu. Tapi ada beberapa jenis sayuran gulma yang paling enak. Predikat paling enak ini disematkan karena termasuk yang paling dikenal dan secara umum telah dikonsumsi sebagai sayuran gulma yang lezat dan sehat.
Setidaknya ada empat sayuran gulma yang paling enak menurut Susamto jika didasarkan pada kriteria tersebut, di antaranya adalah genjer, ketul, krokot, sintrong, serta tempuh wiyang. Sayuran-sayuran gulma tersebut bahkan sudah banyak dijumpai di supermarket. Di situs penjualan online, empat jenis sayuran gulma tersebut juga sudah sangat mudah dijumpai.
ADVERTISEMENT
“Luar biasa memang ciptaan Tuhan. Bahkan gulma saja punya manfaat, pengetahuan kita saja yang kurang,” ujarnya.
1. Genjer (Limnocharis flava)
Sayur Gulma Sudah Banyak Dijual di Supermarket, Ini 4 Jenis yang Paling Lezat (84400)
searchPerbesar
Genjer. Foto: legionbotanica.com
Genjer yang dulu identik sebagai makanan orang-orang miskin saat ini sudah banyak dijumpai di supermarket-supermarket. Dari yang semula dikenal sebagai sayuran orang miskin, kini genjer yang termasuk gulma air menelma sebagai sayuran sehat yang bahkan digemari masyarakat menengah ke atas.
“Mungkin sekarang genjer sudah sama populernya dengan kangkung dan sayuran-sayuran lainnya,” kata Susamto Somowiyarjo.
Ada banyak cara untuk mengonsumsi genjer, dari mulai dibuat sop, ditumis, bahkan sekadar direbus dan disantap dengan sambalpun rasanya sudah nikmat. Namun sebelum dijadikan olahan, alangkah baiknya genjer direndam dulu dengan air yang sudah diberi garam lalu diremas-remas beberapa saat untuk menghilangkan getahnya.
ADVERTISEMENT
Selain rasanya yang nikmat, genjer ternyata juga mengandung zat-zat yang bermanfaat untuk kesehatan. Mengutip laman Badan Pengkajian Teknologi Jakarta, gulma genjer mengandung sangat banyak nutrisi mulai dari energi, karbohidrat, protein, lemak, serat, kalsium, fosfor, zat besi, kalium, natrium, magnesium, zinc, tembaga, karoten, serta vitamin C.
Baik bunga maupun daunnya juga mengandung antioksidan seperti polifenol, kardenolin, dan flavonoid. Dengan semua yang dimiliki, jika dikonsumsi genjer dapat memberikan banyak manfaat untuk tubuh seperti melancarkan pencernaan, menangkal radikal bebas, mengontrol tekanan darah, menjadi sumber energi, memelihara kesehatan tulang dan gigi, meningkatkan kesehatan kulit, meningkatkan daya tahan tubuh, serta memelihara fungsi penglihatan.
“Jadi selain enak manfaatnya memang banyak sekali, makanya genjer juga sekarang dikenal sebagai sayuran sehat, padahal awalnya dikenal sebagai gulma,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
2. Ketul (Bidens pilosa)
Sayur Gulma Sudah Banyak Dijual di Supermarket, Ini 4 Jenis yang Paling Lezat (84401)
searchPerbesar
Ketul. Foto: legionbotanica.com
Sayuran gulma paling enak berikutnya adalah ketul atau nama ilmiahnya Bidens pilosa. Ketul dikenal sebagai tanaman gulma yang banyak dijumpai di kebun-kebun pekarangan, tepian jalan, perkebunan, maupun lahan-lahan milik petani.
Di banyak daerah, ketul sudah biasa dikonsumsi sebagai sayuran sehat baik daun maupun bunganya. Selain memiliki rasa yang lezat, katul juga dikenal memiliki sangat banyak khasiat untuk kesehatan. Karena itu, selain dijadikan sebagai sayuran sehat, ketul juga dikenal sebagai salah satu bahan obat tradisional yang mampu mengatasi sejumlah penyakit.
“Dalam berbagai penelitian, bunga ketul ternyata punya sifat farmakologis yang efektif,” ujar Susamto Somowiyarjo.
Bunga ketul dapat menjadi antibakteri, antiinflamasi dan antialergi, antivirus, antibiotik, antihipertensi, dan masih banyak lagi. Selain bunganya, rebusan daun ketul juga bisa dimanfaatkan untuk mengatasi sakit dada, sakit kepala, demam, batuk, diabetes, pegal-pegal, hingga cacingan. Daun ketul juga bisa mengobati gatal-gatal dan rematik dengan cara mencampurkannya air rebusannya ke dalam air untuk mandi.
ADVERTISEMENT
“Di Jawa Barat, daun ketul ini terkenal sebagai obat sakit gigi, jadi kalau sakit gigi mereka mengunyah daun ketul sebagai obat,” ujarnya.
3. Krokot (Portulaca oleraceae L.)
Sayur Gulma Sudah Banyak Dijual di Supermarket, Ini 4 Jenis yang Paling Lezat (84402)
searchPerbesar
Krokot. Foto: Istimewa
Dulu, krokot hanya dikenal sebagai tanaman pengganggu yang tak punya manfaat apapun. Namun sekarang, tanaman yang kerap menggulma di area pertanian ini telah dikenal sebagai sayuran nikmat yang kaya akan khasiat.
Krokot biasa dimasak menjadi plecing, tumis, urap, hingga sayur bening. Selain rasanya yang nikmat, diketahui krokot juga punya segudang manfaat untuk kesehatan. Krokot bisa digunakan sebagai penurun panas, penghilang rasa sakit, penurun gula darah, penguat jantung, penghilang rasa sakit, peluruh air seni, penghilang bengkak, serta pelancar darah. Krokot ternyata juga berfungsi sebagai antioksidan dan pencegah pertumbuhan sel kanker di tubuh.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan Jurnal pendidikan Teknologi Pertanian yang ditulis Supriatin dkk pada 2019, krokot memiliki sejumlah kandungan gizi maupun kimia. Kandungan tersebut terdiri atas kalium klorida, kalium sulfat, kalium nitrat, asam nikotinat, tanin, serta saponin.
Tak hanya itu, krokot jua mengandung vitamin B, C, inor adrenalin, noradrenalin, dopamine, dopa, vitamin A, serta omega 3 yang tinggi. Dengan tingginya nutrisi yang dimiliki, krokot juga bisa dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pangan fungsional yang bisa diaplikasikan pada produk olahan makanan.
4. Sintrong (Crassocephalum crepidioides)
Sayur Gulma Sudah Banyak Dijual di Supermarket, Ini 4 Jenis yang Paling Lezat (84403)
searchPerbesar
Sintrong. Foto: Istimewa
Tanaman gulma lain yang juga menjadi salah satu yang paling populer sebagai sayur adalah sintrong. Seperti halnya sayuran lain, sintrong juga nikmat diolah sebagai tumisan, kluban, sayur bening, bahkan sekadar jadi lalapan.
ADVERTISEMENT
Mengutip laman Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB, sintrong yang semula hanya jadi gulma pengganggu sekarang bahkan punya potensi untuk dibudidayakan menjadi sayuran. Hal ini mengingat semakin besarnya permintaan sintrong sehingga sulit jika hanya dipenuhi dari hasil sintrong yang tumbuh liar saja.
Salah satu yang membuat sintrong banyak digemari selain rasanya yang nikmat juga khasiatnya yang sangat besar untuk kesehatan. Beberapa manfaat mengonsumsi sintrong di antaranya dapat meningkatkan stamina tubuh, melancarkan sistem pencernaan, mencegah sistem gangguan pembuluh darah arteri, menstabilkan tekanan darah, serta meningkatkan nafsu makan.
Selain itu, sintrong juga dapat menghilangkan rasa nyeri, mencegah mual pada penderita mag, mempertajam penglihatan, memperbaiki mood, sebagai antiinflamasi, hingga melawan kanker.
Selain sebagai sumber pangan yang kaya akan kesehatan, Susamto Somowiyarjo juga mengatakan gulma-gulma ini punya potensi ekonomi yang besar mengingat permintaan yang semakin tinggi.
ADVERTISEMENT
“Itu baru contoh kecil, masih sangat banyak gulma-gulma lain yang potensial untuk jadi makanan sehat. Ciptaan Tuhan memang luar biasa,” ujarnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020