Kumparan Logo
Konten Media Partner

Sekolah Ini Beri Tips Gelar Wisuda SD di Hotel Tanpa Bebani Orang Tua Siswa

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proses wisuda siswa SD Muhammadiyah Kauman Yogya di salah satu hotel di Yogyakarta, Sabtu (17/6). Foto: Arif UT
zoom-in-whitePerbesar
Proses wisuda siswa SD Muhammadiyah Kauman Yogya di salah satu hotel di Yogyakarta, Sabtu (17/6). Foto: Arif UT

Di tengah pro dan kontra prosesi wisuda untuk kelulusan TK, SD, sampai SMA, SD Muhammadiyah Kauman di Yogya menggelar prosesi wisuda kelulusan siswanya di sebuah hotel pada Sabtu (17/6).

Prosesi wisuda sekitar 60 siswa itu berlangsung cukup meriah dengan sejumlah hiburan mulai dari penampilan paduan suara siswa, pertunjukan tari tradisional, hingga pembagian bibit pohon untuk ditanam para siswa sebagai simbol kelulusan mereka.

Kepala SD Muhammadiyah Kauman, Layin Fauziyah, menyampaikan bahwa kegiatan wisuda tersebut merupakan usulan dari para wali murid. Sekolah sendiri menurutnya tidak mempermasalahkan terkait ada atau tidaknya prosesi wisuda kelulusan.

“Kami di sekolah menyesuaikan saja, orang tua mau menyelenggarakan atau tidak. Jika mau menyelenggarakan maka kami akan coba fasilitasi,” kata Layin Fauziah, Sabtu (17/6).

Kepala SD Muhammadiyah Kauman, Yogya, Layin Fauziyah. Foto: Widi RH Pradana

Meskipun dilaksanakan di dalam hotel dengan berbagai kegiatan, namun dia memastikan bahwa tidak ada orang tua siswa yang merasa terbebani. Pasalnya, sebagian besar pengeluaran untuk kegiatan tersebut dibiayai oleh sponsor.

Kebetulan, salah satu wali murid di SD Muhammadiyah Kauman adalah manajer hotel tempat diselenggarakannya kegiatan tersebut.

“Jadi untuk hotel kita tidak bayar, karena ada wali murid yang sukarela menyediakan tempat,” ujarnya.

Selain itu, ada juga wali murid yang punya usaha katering. Beberapa dari mereka kemudian juga menawarkan diri untuk menyokong sebagian kebutuhan konsumsi untuk kegiatan tersebut.

Dengan adanya bantuan dari sejumlah sponsor, akhirnya biaya yang ditanggung oleh wali murid jadi lebih ringan.

“Kalau tidak salah keputusan orang tua kemarin iuran sekitar Rp 200 ribu saja, karena tidak ada yang keberatan ya sudah kita laksanakan acara wisuda ini,” kata Layin Fauziyah.

Wali murid sekaligus panitia wisuda SD Muhammadiyah Kauman, Yogya. Zaeni Mansyur. Foto: Arif UT

Sementara itu, wali murid sekaligus panitia wisuda SD Muhammadiyah Kauman, Zaeni Mansyur, mengatakan bahwa wali murid juga tidak masalah dengan adanya prosesi wisuda selama tidak ada yang merasa terbebani.

Menggelar wisuda sebenarnya juga tidak harus di hotel atau gedung khusus, jika tidak ada sokongan dari sponsor, acara wisuda juga tetap bisa diadakan secara sederhana di sekolah masing-masing.

“Misalnya cuma berkumpul di sekolah dalam satu lingkaran, diawali dengan doa terus minum teh saja itu juga bisa,” ujar Zaeni Mansyur.

Esensi wisuda sendiri yang penting menurutnya adalah adanya wadah pertemuan antara sekolah dengan wali murid sebagai tanda kelulusan para siswa mereka.

“Semacam menyerahkan kembali anak-anak dari sekolah ke orang tua,” ujarnya.

“Untuk masalah biaya, ketika itu diselenggarakan dengan kerelaan kemudian masing-masing pihak terkomunikasikan dengan baik saya kira tidak ada masalah, tentu semua harus disesuaikan dengan kemampuan orang tua,” pungkasnya.