Kumparan Logo
Konten Media Partner

Sekolah Tumbuh Yogya Buka Seleksi PMB, Ada Potongan Uang Pangkal hingga 25%

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekolah Tumbuh Yogya Buka Seleksi PMB, Ada Potongan Uang Pangkal hingga 25%
zoom-in-whitePerbesar

Sekolah Tumbuh resmi membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Dengan semangat Jogja Educational Spirit, sekolah inklusi berbasis komunitas ini mengajak orang tua dan calon peserta didik bergabung dalam ekosistem pendidikan yang menghargai keberagaman.

“Sekolah Tumbuh berangkat dari kesadaran bahwa pendidikan adalah hak setiap anak. Kurikulum kami dikembangkan untuk mengakomodasi kebutuhan anak yang beragam, dengan tiga pilar inti: inklusif multikultur, Jogja Educational Spirit, dan keistimewaan kampus,” ujar Head of Curriculum Sekolah Tumbuh, Christmas Astriani, kepada Pandangan Jogja, dikutip Senin (15/9).

instagram embed

Jalur Pendaftaran & Potongan Biaya

SPMB 2026/2027 menghadirkan berbagai pilihan jalur dengan benefit khusus bagi orang tua yang ingin mendaftarkan buah hatinya, di antaranya:

  • Limited Offer / Jalur Prestasi dan Bagi Siswa Berkelanjutan (8–30 September 2025): Potongan uang pangkal hingga 25% + potongan SPP 5%.

  • Early Bird (1–31 Oktober 2025): Potongan uang pangkal 20%.

  • Gelombang 1 (1–30 November 2025): Cashback uang pangkal 15%.

  • Gelombang 2 (1–31 Desember 2025): Cashback uang pangkal 10%.

  • Gelombang Reguler (mulai 1 Januari 2026): Terbuka sesuai kapasitas yang tersedia.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui Tim Admisi di masing-masing kampus Sekolah Tumbuh, nomor WhatsApp 0811-2535-100, atau melalui QR code di poster resmi.

Tentang Sekolah Tumbuh

Didirikan sejak 2005 di Yogyakarta, Sekolah Tumbuh kini melayani pendidikan dari KB-TK hingga SMA dan D1 (LKP). Dengan filosofi Inclusive Multicultural School, sekolah ini memfasilitasi keberagaman sosial, ekonomi, budaya, hingga kebutuhan istimewa anak. Mereka mengintegrasikan kurikulum nasional dengan project-based learning. Beberapa kampus juga menerapkan kurikulum internasional yang terintegrasi dengan pendidikan lingkungan, seni, budaya, dan literasi global.

Bagi orang tua murid, pengalaman di Sekolah Tumbuh menghadirkan banyak perubahan positif pada anak.

instagram embed

“Fase KB-TK itu jadi kunci untuk ke jenjang selanjutnya, pondasi yang sangat kuat. Social skill meningkat drastis, dia tumbuh jadi anak yang nice person, terbiasa dengan kata-kata sederhana tapi penting: maaf, terima kasih, permisi, tolong,” ungkap Yoga dan Dara, perwakilan orang tua murid saat diwawancarai.

Ia menambahkan, pembelajaran di Sekolah Tumbuh terasa menyenangkan karena tidak menekan anak dengan tuntutan akademik.

“Uniknya, di Tumbuh itu tidak dipaksa langsung harus bisa menulis atau menghitung. Semua dibalut dengan bermain, fun, jadi sekolah terasa lebih menyenangkan. Memang biayanya relatif mahal, tapi bagi kami worth it. Lebih mahal lagi kalau kita harus memperbaiki tumbuh kembang anak ketika terlambat ditangani,” ujarnya.