Senapati Nusantara: 17 September 2022 Tonggak Kebangkitan Dunia Keris Nasional

Konten Media Partner
17 September 2022 17:43 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sekjen Senapati Nusantara, Hasto Kristiyanto. Foto: ESP
zoom-in-whitePerbesar
Sekjen Senapati Nusantara, Hasto Kristiyanto. Foto: ESP
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Dunia perkerisan nasional kembali mendapat angin segar dengan dibukanya Musyawarah Agung Senapati Nusantara (MAS) 2022 yang disertai dengan pameran dan bursa keris pada Sabtu (17/9). Sebelumnya, selama hampir tiga tahun dunia perkerisan nasional dibuat porak-poranda karena pandemi COVID-19. Sejak 2020, tak pernah ada lagi aktivitas besar yang mempertemukan para pelaku perkerisan nasional.
ADVERTISEMENT
Baik para pelaku budaya spiritual keris, para empu, pemerhati budaya, kolektor, pemerintah, swasta, maupun para pegiat ekonominya, semua seperti mati suri karena mematuhi perintah untuk tidak melakukan pertemuan besar. Akibatnya, baik perekonomian maupun pelestarian perkerisan nasional mengalami stagnasi selama hampir tiga tahun terakhir.
Sekretaris Jenderal Senapati Nusantara, Hasto Kristiyanto, saat membuka MAS 2022 mengatakan bahwa keris merupakan simbol bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar. Keris dan senjata-senjata tradisional nusantara atau tosan aji menurut dia telah menunjukkan bagaimana kemajuan peradaban leluhur Nusantara di dalam ilmu logam.
Pengunjung sedang melihat pameran keris dalam MAS 2022. Foto: ESP
Berbagai jenis senjata menurut dia tidak lepas dari bagaimana Sriwijaya bisa eksis selama 1.000 tahun. Senjata-senjata tradisional itu juga dapat dilihat di relief Candi Borobudur yang dibangun pada abad ke-8. Artinya, sejak berabad-abad silam, senjata tradisional termasuk keris menjadi bagian penting yang tidak bisa dilepaskan dari masyarakat Nusantara.
ADVERTISEMENT
“Kalau pada abad ke-8 saja kita sudah bisa seperti itu, bagaimana loncatan pada abad ke-13 dan 14, Singasari dan Majapahit, ketika Majapahit mencapai puncak kejayaannya,” kata Hasto saat membuka MAS 2022 di Yogyakarta, Sabtu (17/9).
Karya para seniman Nusantara pada abad ke-7 sampai ke-14, menurut Hasto juga menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang mampu memadukan berbagai unsur-unsur logam menjadi karya seni yang sangat luar biasa.
“Yang kemudian penjajahan oleh negara-negara Eropa selama 350 tahun merombak itu semuanya, sehingga kita menjadi bangsa yang terjajah dengan mentalitas terjajah, kemudian bangsa yang tidak memiliki rasa tidak percaya diri,” ujarnya.
Ketua Pelaksana Harian Senapati Nusantara, MM Hidayat. Foto: ESP
Ketua Pelaksana Harian Senapati Nusantara sebagai organisasi induk keris terbesar di Indonesia, MM Hidayat, juga mengatakan bahwa masa kelam tiga tahun terakhir seperti sirna dalam sekejap dengan berlangsungnya MAS 2022. Hidayat menjelaskan, di hari pertama MAS pada Jumat (16/9) dari 73 paguyuban yang tergabung dalam Senapati Nusantara sudah 85 persen hadir.
ADVERTISEMENT
Di meja bursa atau trading keris dari rencana 90 stan ternyata harus tambah 70 lagi sehingga total ada 160 meja stan penjualan bursa keris.
Para pelaku bursa keris datang dari seluruh penjuru nusantara: Jawa Timur dan Madura, Bali dan Lombok, Sulawesi, Sumatra, Jakarta, Jabar, Solo, Jogja, Semarang, dan daerah-daerah yang bahkan belum bergabung menjadi anggota Senapati Nusantara.
“Semalam kita ketambahan 1 anggota paguyuban lagi, dari Jombang,” kata Hidayat.
Bursa Keris di MAS 2022. Foto: Istimewa
Antusiasme para pelaku budaya dan spiritual keris serta para pelaku bursa keris ternyata juga sama dengan antusiasme para kolektor dan masyarakat umum peminat keris. Pada hari pertama kemarin sebuah stan penjualan melaporkan sudah sukses mendapat penjualan senilai Rp 90 juta. Dari Jabar dan Surabaya melaporkan masing-masing sukses menjual Rp 150 jutaan.
ADVERTISEMENT
“Semua laporan hari pertama belum masuk, kita perkirakan sudah lebih dari Rp 1 miliar di hari pertama kemarin. Perilaku kolektor juga edan-edan seperti menumpahkan kegembiraannya, mereka banyak yang memasang tulisan siap barter dengan keris di mobilnya masing-masing. Padahal harga mobil-mobil kolektor itu minimal Rp 250 juta, mereka rindu membeli keris hebat,” papar Hidayat.
Jadi Pilot Project Perda Tentang Keris
Wasekjen Senapati Nusantara yang juga Ketua Umum MAS 2022, Nurjianto. Foto: ESP
Sementara itu, Wasekjen Senapati Nusantara yang juga Ketua Umum MAS 2022, Nurjianto memaparkan Senapati Nusantara adalah organisasi perkerisan nasional yang pertama mengawali penyusunan naskah akademik hari keris. Senapati Nusantara juga jadi yang pertama mengawali pengajuan Hari Keris Nasional.
Selain itu Senapati Nusantara juga organisasi yang mengawal Bupati Sumenep untuk menetapkan Kabupaten Sumenep sebagai Kota Keris. Dan sekarang, pada MAS 2022 di Jogja kali ini Senapati Nusantara akan menandatangani kerja sama dengan Kabupaten Sumenep dalam penyusunan Perda Rencana Strategis Pengembangan Keris.
ADVERTISEMENT
“Hari ini kita akan tanda tangan MoU kerja sama penyusunan perda yang akan jadi pilot project yang bisa dicontoh oleh daerah lain di seluruh Indonesia bagaimana mengembangkan ekosistem perkerisan, dari sisi spiritual, pendidikan, art, sains metalurgi, seni kriya, dan juga elemen ekonomi UMKM-nya,” papar Nurjianto.
Peresmian MAS 2022 oleh Hasto Kristiyanto. Foto: ESP
Perda tersebut di antaranya akan memberi arahan bagaimana pengembangan SDM pengrajin dimana di Sumenep ada 700-an empu dan pengrajin sehingga penting untuk dibuat rencana peningkatan kualitas SDM-nya.
Kedua, masalah sosialisasi dan pemasaran. Sosialisasi di antaranya bagaimana di satuan pendidikan dari SD sampai universitas bisa dikenalkan dengan sejarah dan kebudayaan keris termasuk di dalam sains keris.
Pemasaran seperti bagaimana daerah memiliki anggaran untuk melakukan pameran secara rutin dan kerja sama dengan instansi lain seperti saat ini karya empu dan pengrajin di Sumenep mendapat banyak pesanan souvenir keris untuk acara G-20.
ADVERTISEMENT
Dan ketiga, aspek pelestarian yang erat kaitannya dengan perdagangan yakni bagaimana pemda bisa memfasilitasi pengiriman ke dalam dan ke luar negeri sehingga bisa ikut menjaga artefak-artefak, keris-keris tua untuk tidak lari ke luar negeri.
“Kalau satu dan dua sukses kan perdagangan bisa diganti dengan keris karya empu-empu masa kini sehingga artefak akan tetap di Indonesia. Kita butuh museum keris, kurator, dan juga para penjaga gawang tapi juga dengan cara membantu, soal pengiriman ke LN ini selama ini jadi masalah besar karena lewat jalan belakang. Nah, sudah dibuat terbuka saja,” papar Nurjianto yang juga akrab dipanggil sebagai Gus Poleng di kalangan para pecinta keris Nusantara.
Bursa keris dalam MAS 2022. Foto: Istimewa
Terakhir Nurjianto menegaskan bahwa puncak acara MAS 2022 akan membedah strategi untuk memberi pemahaman pada pemerintah terutama Kemendikbud untuk segera menetapkan 25 November, hari disahkannya keris sebagai warisan tak benda oleh Unesco, sebagai hari keris nasional.
ADVERTISEMENT
“Gak perlu bahas yang rumit-rumit, jika dijadikan hari nasional dan diwajibkan semua ASN, Polisi dan Tentara untuk pakai keris sehari saja dalam setahun berarti akan ada 5 juta keris yang terjual. Kalikan rata-rata sejuta saja sudah Rp 5 triliun rupiah putarannya,” pungkas Gus Poleng, sapaan akrab Nurjianto.