Slogan Dua Anak Cukup Sudah Tak Relevan, Pasangan Berhak Tentukan Jumlah Anak
·waktu baca 2 menit

Inspektur Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Bencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ari Dwikora Tono, menyatakan bahwa slogan “Dua Anak Cukup” sudah tidak dipakai lagi.
Sebagai gantinya, BKKBN mengganti slogan tersebut dengan “Dua Anak Lebih Sehat.”
Hal ini disebabkan karena hak individu pasangan untuk menentukan jumlah anak menurut Ari tidak dapat dipaksakan.
Selain itu, pertumbuhan penduduk secara nasional sudah mendekati tingkat yang dianggap ideal, dengan Total Fertility Rate (TFR) sebesar 2,24. Artinya, rata-rata perempuan yang sedang masa subur melahirkan satu atau dua anak saja, lebih banyak daripada yang melahirkan tiga atau lebih anak.
Bahkan di DIY angka TFR sudah di bawah 2,0 yaitu 1,89 yang artinya rata-rata wanita usia produktif melahirkan kurang dari dua anak selama hidupnya. Jika tren ini berlanjut maka pertumbuhan penduduk alami DIY bisa mengalami penurunan.
“Sekarang BKKBN lebih fokus pada kualitas keluarga, mulai dari ibu hamil, badutanya, balitanya, remajanya bahkan lansianya. Kita (BKKBN) ada banyak program untuk memberikan edukasi agar semuanya menuju keluarga yang berkualitas,” kata Ari Dwikora, dikutip dari halaman resmi BKKBN DIY pekan lalu.
Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Ari mengingatkan kepada calon pasangan suami istri untuk memperhatikan aspek 4T, yaitu tidak hamil diusia yang terlalu muda, tidak hamil atau melahirkan diusia terlalu tua di atas 35 tahun, tidak terlalu dekat jarak antar kehamilan, dan tidak terlalu sering hamil/banyak melahirkan anak.
Hal senada diungkapkan Anggota Komisi IX DPR RI, H. Sukamto. Ia juga menghimbau kepada calon pasutri untuk memeriksakan kesehatan terlebih dahulu minimal 3 bulan sebelum pernikahan.
“Sudah mampu belum perut (rahim) ini untuk tidur bayi. Kalau belum kan kita bisa ambil langkah lebih awal sampai pasangan tersebut siap untuk hamil. Supaya anak yang dilahirkan terhindar dari stunting,” kata Sukamto.
