Kumparan Logo
Konten Media Partner

STIM YKPN Yogyakarta Siap Cetak Talenta Bisnis Digital lewat Prodi Baru

Pandangan Jogjaverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembukaan Program Studi Bisnis Digital di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) YKPN Yogyakarta, Rabu (8/7). Foto: Pandangan Jogja/Danang BK
zoom-in-whitePerbesar
Pembukaan Program Studi Bisnis Digital di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) YKPN Yogyakarta, Rabu (8/7). Foto: Pandangan Jogja/Danang BK

Perkembangan bisnis digital di Indonesia yang berjalan pesat membutuhkan semakin banyak sumber daya manusia yang memahami bisnis sekaligus teknologi. Namun, masih ada kesenjangan antara kebutuhan itu dengan jumlah talenta digital yang saat ini tersedia.

Fenomena tersebut melatarbelakangi pembukaan jurusan baru di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) YKPN Yogyakarta, yakni Program Studi Bisnis Digital.

"Indonesia itu baru bisa menghasilkan pemasok (talenta digital) 9,3 juta orang. Sementara Indonesia itu butuh 12,09 juta orang. Artinya ada gap talenta digital sebesar 2,75 juta orang," kata Ketua STIM YKPN Yogyakarta, Suparmono.

Ketua STIM YKPN Yogyakarta, Suparmono, dengan buku Bisnis Digital yang baru diluncurkannya bersamaan dengan pembuakaan program studi baru STIM YKPN Yogyakarta, Rabu (8/7). Foto: Pandangan Jogja/Danang BK

Rabu (8/7), ia bersama STIM YKPN Yogyakarta meluncurkan buku Bisnis Digital sebagai referensi pembelajaran yang memadukan teori, studi kasus, dan proyek pembelajaran.

Acara yang disambung dengan bedah buku itu diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari akademisi, praktisi, serta guru dan siswa dari DIY dan Jawa Tengah.

Suparmono mengatakan, Program Studi Bisnis Digital di STIM YKPN Yogyakarta dirancang untuk menyiapkan dua jalur karier, yakni bekerja di perusahaan yang memanfaatkan platform digital dan menjadi technopreneur.

"Peluang karirnya sangat luas. Ya, tadi sudah kami paparkan paling tidak ada 12 jenis karir mulai dari produk manajemen desain, kemudian basis data, big data itu yang peluang kariernya cukup menjanjikan ke depan," jelasnya.

Pembukaan Program Studi Bisnis Digital di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) YKPN Yogyakarta, Rabu (8/7). Foto: Pandangan Jogja/Danang BK

"Yang sangat menjadi pembeda dari buku ini adalah buku ini dilengkapi dengan learning objective, tujuan pembelajaran di setiap bab. Kemudian juga yang belum ada juga di buku lain adalah project base ya," lanjut Suparmono.

Ia mengatakan buku tersebut dicetak sebanyak 1.500 eksemplar pada cetakan pertama dan telah didistribusikan kepada para pemesan.

Pemerintah Daerah DIY turut mrngapresiasi pembukaan Program Studi Bisnis Digital di STIM YKPN Yogyakarta. Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Eling Priswanto, mengatakan perkembangan digitalisasi telah mengubah berbagai sektor kehidupan dan membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai.

"Jadi jangan hanya mencetak alumni yang hanya sekedar memiliki ijazah, kemudian lulus, tapi kami berharap bisa menciptakan generasi unggul dengan kompetensi yang dimiliki khususnya di kemampuan terkait dengan digitalisasi," kata Eling.

Gedung kampus Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) YKPN Yogyakarta. Foto: Pandangan Jogja/Danang BK

Menurutnya, digitalisasi tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman, melainkan peluang yang perlu dimanfaatkan oleh generasi muda.

"Jadi jangan jadikan bahwa digitalisasi ini adalah sebagai ancaman tapi kita mari bersama-sama menjajarkan ini sebagai peluang dan tantangan," ujarnya.

Pembukaan Program Studi Bisnis Digital juga mendapat perhatian dari kalangan sekolah menengah kejuruan. Guru SMK YPKK 2 Sleman, Umi Maslaha, mengatakan kehadiran program studi tersebut memberikan pilihan baru bagi lulusan jurusan bisnis digital di tingkat SMK.

"Nah, tim YKPN ini adalah jawabannya," kata Umi.

STIM YKPN menyiapkan Program Studi Bisnis Digital dengan kurikulum yang menggabungkan ilmu manajemen dan pemanfaatan teknologi. Perguruan tinggi tersebut juga menyiapkan laboratorium, sertifikasi profesi, dan sejumlah program beasiswa untuk mahasiswa.