Kumparan Logo
Konten Media Partner

Suhu Merapi Naik 0,02 Derajat Celsius per Tahun, Penyebab Suhu di Jogja Panas?

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kawah Gunung Merapi. Foto: Pandangan Jogja/Arif UT
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kawah Gunung Merapi. Foto: Pandangan Jogja/Arif UT

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat adanya peningkatan suhu rata-rata di wilayah Gunung Merapi sebesar 0,22 derajat celsius setiap 10 tahun, atau setara 0,02 derajat celsius per tahun.

“Signal analisis grafik tren temperatur di Wilayah Merapi menunjukkan tren suhu rata-rata tahunan mengalami kenaikan sebesar 0,22 derajat celsius per 10 tahun atau 0,67 derajat celsius per 30 tahun,” kata Koordinator Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Etik Setyaningrum, saat dihubungi Pandangan Jogja, Rabu (8/10).

Meski begitu, peningkatan suhu di kawasan Merapi tidak secara langsung mempengaruhi suhu di wilayah DIY.

Pakar Iklim dan Bencana Universitas Gadjah Mada, Emilya NurjanI. Foto: Dok. UGM

Pakar Iklim dan Bencana Universitas Gadjah Mada (UGM), Emilya Nurjani, menjelaskan bahwa perubahan suhu di Yogyakarta lebih banyak dipengaruhi oleh pemanasan global dan aktivitas manusia.

“Kalau suhu naik itu ya banyak penyebabnya. Salah satunya memang global warming. Perubahan iklim itu menyebabkan perubahan yang betul-betul terlihat pada suhu,” ujar Emilya.

Selain emisi karbon, ia menambahkan, kondisi atmosfer yang minim tutupan awan turut membuat suhu permukaan meningkat. “Kalau misalnya awan berkurang, ya radiasi matahari yang diterima lebih banyak, sehingga mau nggak mau menyebabkan suhu jadi naik,” katanya.

Emilya juga menyebut aktivitas vulkanik seperti letusan gunung dapat mempengaruhi suhu, meski dampaknya bergantung pada arah angin dan penyebaran debu vulkanik.

“Kalau gunung meletus itu mungkin salah satu faktor, tapi tidak otomatis suhu naik. Dari beberapa penelitian ada yang mengatakan erupsi bisa mengakibatkan perubahan iklim, tapi ada juga yang tidak,” ujarnya.

Sebagai langkah mitigasi, ia menyarankan masyarakat untuk meningkatkan ruang hijau dan menanam pohon di lingkungan sekitar. “Pohon berperan penting menyerap karbon, meningkatkan kelembaban udara, serta membantu pembentukan awan dan hujan,” tutur Emilya.