Kumparan Logo
Konten Media Partner

Sultan HB X akan Kurban 9 Sapi Tahun Ini, Dibagikan ke 7 Masjid

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi sapi kurban. Foto: Pandangan Jogja/Arif UT
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sapi kurban. Foto: Pandangan Jogja/Arif UT

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan berkurban 9 ekor sapi pada Idul Adha 2026 mendatang. Sapi ini akan dibagikan secara merata di sejumlah lokasi di kabupaten/kota DIY.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Aris Eko Nugroho, mengatakan saat ini masih ada 14 sapi yang nantinya akan diseleksi sebagai hewan kurban Sultan HB X.

“Ada 14 sapi yang disample dan nanti diambil 9. Total 9 sapi dan direncanakan didistribusikan ke 7 lokasi,” kata Aris dihubungi awak media, Jumat (8/5).

“Masih seleksi 14 sapi itu, belum bisa dipastikan jenisnya,” tambahnya.

Sementara itu, DPKP DIY juga mengusulkan enam ekor sapi kurban Presiden Prabowo Subianto pada Iduladha 2026. Saat ini, usulan tersebut masih menunggu proses seleksi dari pemerintah pusat.

“Kami baru menyampaikan ke Dirjen Peternakan. Kemarin juga kita ada usulan enam ekor sapi yang menjadi bagian yang dibeli oleh Bapak Presiden. Tapi kami masih menunggu, sampai hari ini masih menunggu, karena nanti masih ada proses seleksinya di antaranya dari Setneg,” kata Aris.

Ia mengatakan, enam sapi tersebut masih sebatas usulan dan belum dipastikan akan dibeli sebagai hewan kurban Presiden. Menurutnya, proses seleksi masih akan dilakukan oleh pemerintah pusat sebelum penetapan akhir.

Terkait kriteria, sapi yang diusulkan diharapkan memiliki bobot lebih dari satu ton atau minimal satu ton. Meski demikian, terdapat daerah yang tetap mengusulkan sapi dengan bobot di bawah ketentuan karena menjadi yang terbesar di wilayah tersebut.

“Beratnya memang yang kita harapkan lebih dari satu ton atau minimal satu ton. Tapi ada di Sleman itu ternyata kurang dari satu ton. Karena itu yang terbesar di sana, jadi yang terbesar yang disampaikan” kata Aris.

“Harapannya di kabupaten/kota itu ada jagonya (sapi unggulan),” ujarnya.

DPKP DIY juga memastikan pendampingan kesehatan terhadap sapi-sapi yang diusulkan tetap dilakukan selama menunggu hasil seleksi dari pemerintah pusat. Pengawasan dilakukan untuk memastikan kondisi hewan tetap sehat dan tidak terserang penyakit.

“Tentu nanti kami dan teman-teman baik di DIY maupun kabupaten kota akan selalu mengecek sapi bantuan presiden ini. Jangan sampai sapi itu drop, jangan sampai sapi itu terserang penyakit, itu yang kita jaga,” ujarnya.