Kumparan Logo
Konten Media Partner

Syaiful Uyun Jadi Ketua HIPMI Kota Yogya Baru, Fokus Masalah Izin & Modal Usaha

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelantikan pengurus HIPMI Kota Yogya, Senin (21/7). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pelantikan pengurus HIPMI Kota Yogya, Senin (21/7). Foto: Dok. Istimewa

Syaiful Uyun resmi dilantik sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Yogyakarta periode 2025–2028.

Ia menegaskan bahwa kepengurusannya akan fokus pada penyelesaian masalah riil yang dihadapi pelaku usaha muda di kota ini, terutama terkait perizinan dan akses permodalan.

“Kami tidak ingin HIPMI hanya jadi organisasi yang datang saat seremoni, lalu hilang. Kita hadir untuk menyelesaikan problem konkret yang dihadapi kawan-kawan pelaku usaha, terutama terkait izin usaha, permodalan, dan keberlangsungan UMKM,” ujar Syaiful dalam pelantikan pengurus HIPMI Kota Yogyakarta di Graha Pandawa Balai Kota, Senin (21/7).

Ia menekankan bahwa pertumbuhan wirausaha muda harus didukung kebijakan yang mempermudah mereka bertumbuh. Untuk itu, HIPMI mendorong kerja sama dengan Pemkot Yogyakarta yang tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU), tetapi berlanjut pada pelaksanaan teknis di lapangan.

Ketua Umum Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Yogyakarta, Syaiful Uyun. Foto: Dok. Istimewa

Sekretaris Umum HIPMI Kota Yogyakarta, Taufik Hidayat, menambahkan bahwa tindak lanjut dari MoU dengan pemerintah kota akan diarahkan pada kemitraan dengan dinas-dinas terkait, seperti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan organisasi perangkat daerah yang membina UMKM.

“Turunan dari MoU itu nantinya kami konkretkan dalam kerja sama dengan dinas-dinas, seperti DPMPTSP. Kita juga akan buat pelatihan dan sosialisasi agar pelaku UMKM paham cara akses perizinan dan pembiayaan,” ujar Taufik.

Menurutnya, HIPMI juga mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal dalam kegiatan internal organisasi sebagai bentuk dukungan langsung. “Kita sengaja undang tenan-tenan kecil dari warga sekitar, bukan pakai katering besar. Ini bentuk nyata keberpihakan kepada ekonomi warga,” ujarnya.

HIPMI Kota Yogyakarta menyatakan akan memperluas program pelatihan, inkubasi bisnis, dan membuka akses ke lembaga pembiayaan. Syaiful menyebut, sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci menciptakan ekosistem usaha muda yang sehat dan berkelanjutan.