Tangis Pekerja Pabrik Garmen di Sleman saat Di-PHK: Sudah Kayak Rumah Kedua
·waktu baca 2 menit

Aprilia Tri Widiastuti (24) tak kuasa menahan air mata saat mengikuti acara pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) yang digelar Senin (16/6) di Kompleks Pemkab Sleman. Ia merupakan satu dari 989 pekerja PT Mataram Tunggal Garment, pabrik garmen di Sleman yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah kebakaran hebat melanda pabrik tersebut pada akhir Mei 2025.
Tangis April pecah ketika Komisaris Utama PT Mataram Tunggal Garment, Robby Kusumaharta, menyampaikan pidato singkat di hadapan para pekerjanya. Dalam sambutannya, Robby menyapa mereka dengan sebutan “anak-anakku.”
“Udah jadi rumah kedua, udah nyaman jadi nangis. Terharu juga. Nggak bisa berkata-kata,” ujar April yang telah bekerja selama dua tahun di bagian cutting.
Setiap hari, April berangkat pukul 06.30 WIB dari Magelang menuju pabrik di Sleman. Kini, ia bekerja sementara sebagai pramuniaga di dekat rumahnya, sembari berharap bisa kembali jika pabrik beroperasi lagi.
“Terima kasih banget karena kerja di sana kesannya sudah merangkul banget. Semoga bisa bangkit dan jaya selalu,” katanya.
Kepada para karyawan, Robby menyatakan bahwa pihak perusahaan tengah merenovasi pabrik yang mengalami kerusakan berat. Ia memastikan jika proses perbaikan selesai, para pekerja yang terdampak akan kembali dipekerjakan.
“Kita berkomitmen kalau pabrik kami selesai, kalian tentunya tetap masih bekerja untuk kami. Kita jaga hubungan ini, saya mengucapkan terima kasih ke kalian, sampaikan salam hormat ke keluarga,” ujar Robby.
Kerusakan akibat kebakaran dilaporkan mencapai 80 persen area pabrik. Proses perbaikan diperkirakan memakan waktu antara 6 bulan hingga 1 tahun.
Sebanyak 989 pekerja yang ter-PHK menerima jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan dengan total nilai Rp 3,9 miliar. Dana tersebut dibagikan sesuai masa kerja masing-masing pekerja.
Pemerintah Kabupaten Sleman turut memfasilitasi penempatan kerja bagi para pekerja terdampak ke lima perusahaan di wilayah tersebut, meskipun jumlah lowongan belum bisa mengakomodasi seluruh pekerja.
“Untuk hari pertama ini ada dua perusahaan, yakni PT Marel dengan 40 lowongan dan PT Anggun 150 lowongan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Sleman, Sutiasih.
