Kumparan Logo
Konten Media Partner

Tantangan Geliat Usaha Edit Foto: Perang Harga dan Aplikasi Instan Editing Foto

Pandangan Jogjaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi fotografi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fotografi. Foto: Pixabay

Nyaris semua sektor pekerjaan lesu karena terdampak pandemi selama setahun terakhir. Salah satu sektor usaha yang relatif tidak terdampak bahkan mendapatkan peluang lebih besar adalah usaha-usaha digital, termasuk usaha pengeditan foto dan desain grafis. Namun di sisi lain, usaha jasa pengeditan foto juga menghadapi dua tantangan yang kini ada di depan mata: perang harga antarpengedit dan semakin maraknya aplikasi untuk melakukan pengeditan foto secara instan.

Photo editor yang juga memiliki usaha jasa edit foto di Jogja, Kevin Danudoro, mengatakan bahwa adanya pandemi tak berdampak terhadap usahanya. Sampai saat ini, selalu ada saja pelanggan yang menggunakan jasanya untuk mengedit foto.

“Minim sehari paling sedikit dua orderan. Menurut saya sih menjanjikan, karena patokan saya UMR Jogja,” kata Kevin ketika dihubungi, Rabu (7/4).

Tarif yang dia kenakan untuk satu foto berkisar antara Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu, tergantung pada kerumitannya. Semakin rumit, tentu semakin mahal.

Tapi peluang itu bukan datang begitu saja. Menurut Kevin, photo editor sepertinya harus sigap dalam melihat dan memanfaatkan setiap peluang yang ada. Salah satu yang dia lakukan untuk tetap bertahan bahkan mengembangkan usahanya adalah memberikan pelayanan yang optimal kepada pelanggannya.

Selain harus memiliki karakter dalam pengeditan, Kevin juga memberikan pelayanan berupa revisi tanpa batas serta pengerjaan yang selalu selesai dalam sehari. Yang tidak kalah penting adalah terus melakukan promosi di media sosial. Kevin melakukan promosi dengan cara mengunggah karya-karyanya di media sosial sebagai portofolio supaya calon pelanggannya tertarik menggunakan jasanya.

“Jika saya jarang post feed atau story, sangat berdampak pada jumlah orderan yang masuk, pasti turun,” kata dia.

Kevin tidak memungkiri, bahwa saat ini semakin banyak aplikasi-aplikasi yang tersedia untuk melakukan pengeditan foto secara instan, sehingga siapapun sekarang bisa mengedit fotonya bahkan hanya menggunakan ponsel. Meskipun sampai sekarang, belum ada aplikasi instan yang hasil pengeditannya bisa sedetail dan sehalus aplikasi yang biasa dia gunakan di komputer.

Di sini, seorang photo editor menurut dia harus selalu mengasah keterampilannya supaya tidak terdisrupsi oleh kemampuan aplikasi-aplikasi instan yang bisa diunduh secara gratis melalui ponsel.

“Yang jadi kendala utama sekarang justru persaingan harga antarpenyedia jasa edit,” ujar Kevin.

Edit Foto Produk

Ilustrasi desain foto produk. Foto: Pixabay

Editor foto lain yang juga seorang desainer grafis, Agus Kristanto, mengatakan bahwa ada pergeseran jenis permintaan pelanggan. Saat ini, permintaan untuk pengeditan foto pernikahan maupun prewedding menurutnya sedikit menurun.

“Sekarang yang banyak malah (edit) foto produk jualan,” kata Agus.

Semakin banyak orang yang membuka usaha dagang online selama pandemi menurut dia membuat pesanan untuk mengedit foto produk semakin tinggi. Selain itu, pesanan untuk membuat desain poster atau backdrop untuk acara-acara digital seperti webinar juga mengalami peningkatan seiring dengan semua acara sekarang dilakukan serba daring.

“Sekarang ini banyak sekali pengusaha yang berpindah ke bisnis online. Yang biasanya setor produk ke swalayan atau toko-toko, karena ada corona mereka buka toko online di Instagram atau marketplace,” ujarnya.

Agus juga mengamini bahwa saat ini semakin banyak aplikasi-aplikasi pengeditan foto instan. Bahkan Photoshop, aplikasi andalan para photo editor seperti Agus dan Kevin, juga mengeluarkan aplikasi versi mobile. Meskipun untuk tools yang tersedia masih lebih lengkap versi komputer sehingga hasilnya tetap lebih maksimal menggunakan versi komputernya.

Tapi tetap saja, maraknya aplikasi editing foto instan sedikit banyak membuatnya resah. Semua orang sekarang bisa mengedit fotonya sendiri dengan mudah melalui ponsel. Semua laptop dan komputer saat ini juga selalu menyediakan fitur untuk mengedit foto.

“Tentu saja semakin banyak yang bisa (mengedit) semakin (menggila) perang harga dengan editor-editor lain baik yang sudah berpengalaman atau yang masih baru,” kata Agus. (Widi Erha Pradana / YK-1)