Kumparan Logo
Konten Media Partner

UAD Salurkan 100 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau di Gunungkidul

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyerahan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kemarau di Bundaran Planjan, Kapanewon Saptosari, Gunungkidul, Sabtu (26/9/2026). Foto: Dok. Istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Penyerahan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kemarau di Bundaran Planjan, Kapanewon Saptosari, Gunungkidul, Sabtu (26/9/2026). Foto: Dok. Istimewa.

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merespons kekeringan yang kembali melanda sejumlah wilayah Gunungkidul dengan menyalurkan 100 tangki air bersih kepada masyarakat terdampak pada Sabtu (26/9).

Per Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat 12 kapanewon rentan mengalami kekeringan, termasuk Gedangsari, Nglipar, dan Tanjungsari. Ketika sumber air mengering, warga harus mencari pasokan dari luar, termasuk membeli air tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi geografis turut membuat sejumlah wilayah Gunungkidul rentan mengalami kekeringan. Kawasan karst yang didominasi batuan gamping membuat air sulit tersimpan di permukaan. Sementara itu, tampungan air hujan yang menjadi salah satu sumber warga semakin berkurang selama kemarau berlangsung.

Rombongan LazisMu UAD, LPSI UAD bersama BikersMu D’Orange UAD di Bundaran Planjan, Kapanewon Saptosari, dalam kegiatan Touring & Sharing penyaluran bantuan air bersih. Foto: Dok. Istimewa.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan kolaborasi Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah UAD (LazisMu UAD), Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD, serta komunitas BikersMu D’Orange UAD.

Mengusung tajuk Touring & Sharing, rombongan pengendara sepeda motor berjaket jingga bertolak dari kampus menuju Bundaran Planjan, Kapanewon Saptosari. Rombongan membawa bantuan air bersih untuk disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.

Rektor UAD, Muchlas turut berada di tengah barisan pemotor dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan pimpinan universitas bersama komunitas menjadi bagian dari aksi sosial sivitas akademika UAD untuk merespons kebutuhan air bersih masyarakat.

Penyerahan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kemarau di Bundaran Planjan, Kapanewon Saptosari, Gunungkidul, Sabtu (26/9/2026). Foto: Dok. Istimewa.

Dari total 100 tangki yang disalurkan, bantuan diarahkan ke lima kapanewon, yakni Saptosari, Nglipar, Gedangsari, Ngawen, dan Tanjungsari. Air dialirkan ke penampungan komunal dan tandon warga.

Ketua LazisMu UAD, Sunu Prasetya Adi, mengatakan penyaluran air bersih dipilih karena menjadi salah satu bentuk bantuan yang relevan dengan kebutuhan mendesak masyarakat selama kekeringan.

Penentuan lokasi penerima dilakukan bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di masing-masing wilayah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan diarahkan ke titik yang mengalami kebutuhan air paling mendesak.

“Agar bantuan tidak salah alamat, LazisMu UAD menggandeng Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di lima wilayah sasaran, yakni PCM Saptosari, Nglipar, Gedangsari, Ngawen, dan Tanjungsari. Struktur akar rumput inilah yang memetakan titik-titik tandon warga yang paling kritis dan belum tersentuh pasokan bantuan,” kata Sunu, dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (26/9).

Salah satu tangki air bersih yang disalurkan UAD untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak kemarau di Gunungkidul. Foto: Dok. Istimewa.

Penyaluran air bersih tersebut bukan pertama kali dilakukan LazisMu UAD. Pada Oktober 2024, lembaga tersebut menyalurkan 100 tangki air beserta beras ke Paliyan. Kemudian pada Agustus 2026, sebanyak 100 tangki air didistribusikan ke Pringombo, Rongkop.

Dana bantuan berasal dari zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari pegawai dan dosen UAD. Penyalurannya disesuaikan dengan hasil asesmen kebutuhan di wilayah yang terdampak kekeringan.

LazisMu UAD menyatakan pemantauan kebutuhan air akan terus dilakukan bersama mitra lokal. Penyaluran bantuan selanjutnya akan menyesuaikan kondisi lapangan dan kebutuhan warga selama kemarau berlangsung.