UGM Akan Evaluasi Kerja Sama dengan Pinjol untuk Pembayaran UKT
·waktu baca 2 menit

Universitas Gadjah Mada (UGM) akan mengevaluasi kerja samanya dengan perusahaan perusahaan pinjaman online (pinjol) Danacita dalam penyediaan pinjaman untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Hal itu disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie Sujito.
Ia mengatakan permasalahan ini sedang diinvestigasi oleh internal kampus. Pasalnya, perjanjian kerja sama itu dilakukan pada tahun 2022, pada masa kepengurusan perguruan tinggi sebelumnya.
“Peristiwa kerja samanya sudah lama, pernah ya 2022, maka itu akan dievaluasi dan sebagainya,” kata Arie Sujito setelah acara Pojok Bulaksumur di UGM, Rabu (7/2).
UGM akan mengecek seperti apa kontrak dan sampai kapan kerja sama dengan perusahaan pinjol tersebut untuk mengambil kebijakan lebih lanjut, termasuk apakah kerja sama tersebut akan disudahi atau dilanjutkan dengan perbaikan tertentu.
Ia sendiri mengaku tidak setuju dengan mekanisme kerja sama dengan pinjol untuk membayar UKT. Selain karena memiliki persepsi negatif, mekanisme ini juga dinilai memberatkan bagi mahasiswa.
“Kita harus merespons tentang kecenderungan image yang negatif terhadap pinjol. Saya adalah orang yang enggak setuju,” kata dia.
Arie juga mengatakan UGM akan memperbaiki mekanisme pembayaran UKT tersebut dan berusaha untuk membuat skema-skema lain yang tidak memberatkan mahasiswa.
“UGM akan berusaha untuk membuat skema-skema bantuan, kredit yang dilakukan oleh kampus,” ujar Arie Sujito.
