Kumparan Logo
Konten Media Partner

UGM dan BRIN Teken Kerja Sama, DPRD DIY Siapkan Raperda Riset Daerah

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Pansus Raperda Penyelenggaraan Riset, Invensi, dan Inovasi Daerah DPRD DIY, Eko Suwanto dan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto . Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Pansus Raperda Penyelenggaraan Riset, Invensi, dan Inovasi Daerah DPRD DIY, Eko Suwanto dan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto . Foto: Dok. Istimewa

Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Balairung UGM, Rabu (1/10). Penandatanganan kerja sama itu dirangkaikan dengan Workshop Pengelolaan Biodiversitas dan Penguatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Masa Depan Berkelanjutan yang turut dihadiri Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati Soekarnoputri.

Ketua Pansus Raperda Penyelenggaraan Riset, Invensi, dan Inovasi Daerah DPRD DIY, Eko Suwanto, menyebut kegiatan tersebut sangat inspiratif dan relevan dengan pembahasan yang kini dilakukan DPRD DIY.

Penandatanganan Mou antara BRIN dan UGM, pada Rabu (1/10). Dok.UGM

“DPRD DIY kini tengah membahas Raperda Penyelenggaraan Riset, Invensi, dan Inovasi Daerah. Materi yang disampaikan dalam workshop ini tentu memperkaya perspektif dan bisa menjadi referensi dalam penyusunan Raperda. Harapannya, kebijakan publik berbasis data riset yang baik dapat membawa kesejahteraan rakyat Yogyakarta,” kata Eko, yang juga Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan.

Dalam kesempatan itu, Megawati menanam pohon Bodhi di halaman Balairung UGM. Didampingi Rektor UGM Prof. Ova Emilia, Megawati juga menyempatkan menyirami dan menguruk pohon yang baru ditanam tersebut.

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, yang turut mendampingi, menegaskan bahwa penanaman pohon Bodhi oleh Megawati sarat pesan penting tentang menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membangun budaya riset dan inovasi bangsa.

“Penanaman pohon Bodhi ini sama seperti yang pernah dilakukan Bung Karno. Ini bagian dari komitmen Ibu Megawati untuk merawat pertiwi. Pesan pentingnya, kenapa pohon Bodhi? Karena kita harus mengedepankan riset dan inovasi. Kita perlu membangun budaya riset dan inovasi agar produk pengetahuan bangsa ini berkembang,” kata Hasto.

Ia menambahkan, melalui riset dan inovasi, Indonesia yang kaya akan karya budaya dan keanekaragaman hayati bisa menjadikannya modal besar untuk kesejahteraan rakyat.

Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati Soekarnoputri dan Rektor UGM, Ova Emilia, menanam pohon bodhi di UGM, Rabu (1/10). Foto: Dok. UGM

“Tentu saja, ada pesan penting: jangan lupa dipatenkan. Keanekaragaman pangan yang kita miliki harus terdokumentasi dengan baik. Seperti disampaikan Pak Bambang Kesowo, bagaimana rendang bisa dipatenkan, itu adalah contoh kekayaan Indonesia,” ujarnya.

Sebelum workshop di lantai 2 Balairung UGM, Megawati juga meninjau Mini Expo Biodiversitas yang menampilkan hasil riset dan hilirisasi berbasis keanekaragaman hayati. BRIN memamerkan skema pengelolaan kekayaan intelektual berupa produk pangan hasil teknologi terapan bersama UMKM, UGM Science Techno Park menampilkan riset bahan pewarna alami, sementara Fakultas Biologi UGM memperlihatkan inovasi hasil riset terkini.