Konten Media Partner

UNISA Yogya Bikin Yoghurt Jagung, Aman Diminum Pengidap Alergi Produk Hewani

29 April 2025 10:08 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Produk yoghurt berbahan dasar jagung bernama 'Cornghurt' yang dikembangkan oleh dua peneliti Program Studi Bioteknologi Universitas ’Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Foto: Dok. UNISA Yogya
zoom-in-whitePerbesar
Produk yoghurt berbahan dasar jagung bernama 'Cornghurt' yang dikembangkan oleh dua peneliti Program Studi Bioteknologi Universitas ’Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Foto: Dok. UNISA Yogya
ADVERTISEMENT
Tim peneliti dari Program Studi Bioteknologi Universitas ’Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mengembangkan inovasi pangan berupa yoghurt berbahan dasar jagung manis tanpa menggunakan susu. Produk ini dinamai Cornghurt, diolah melalui proses fermentasi menggunakan isolat bakteri probiotik hasil penelitian mereka sendiri.
ADVERTISEMENT
Bakteri yang digunakan dalam fermentasi Cornghurt adalah Lactiplantibacillus plantarum strain AS4, yang diisolasi dari Air Susu Ibu (ASI) oleh tim peneliti UNISA sejak 2018 dengan pendanaan dari Kemenristekdikti. Kultur bakteri ini berperan penting dalam menghasilkan kandungan asam laktat, protein, serta aktivitas antibakteri tinggi pada produk akhir.
Ketua tim peneliti, Nosa Septiana Anindita, yang juga dosen di Program Studi Bioteknologi UNISA, menyampaikan bahwa Cornghurt dirancang sebagai alternatif pangan fungsional yang dapat dikonsumsi semua kalangan, termasuk mereka yang intoleran terhadap laktosa atau alergi terhadap produk hewani.
“Hasil uji laboratorium menunjukkan aktivitas antibakteri Cornghurt mampu melindungi saluran pencernaan dari bakteri patogen penyebab penyakit seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus,” kata Nosa dalam keterangan tertulis yang diterima Pandangan Jogja pada Senin (28/4).
Proses penelitian dan sampel produk Cornghurt yang dikembangkan UNISA Yogyakarta. Foto: Dok. UNISA Yoyga
Nosa mengembangkan produk ini bersama rekan dosen, Annisa Khumaira. Ia menjelaskan bahwa proses pembuatan Cornghurt serupa dengan produksi yoghurt tradisional, namun bahan bakunya diganti dengan jagung manis dari petani. Cita rasa Cornghurt, menurutnya, cenderung manis alami dengan tekstur lembut sehingga dapat diterima oleh berbagai kelompok usia.
ADVERTISEMENT
Inovasi ini dikembangkan melalui pendanaan Penelitian Fundamental Riset-Mu tahun 2025. Ke depan, tim berencana menggandeng industri untuk memproduksi Cornghurt secara massal, guna memperluas jangkauan pasar sekaligus memberdayakan petani jagung lokal. Produk ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan berbasis inovasi dan memperkuat potensi ekonomi pangan fungsional di Indonesia.
“Kami ingin menghadirkan produk sehat yang bisa dinikmati semua kalangan, termasuk yang punya masalah dengan laktosa dan alergi produk hewani,” tutupnya.